kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

JFX Catatkan Nilai Transaksi Rp 3.268 Triliun Sepanjang Juli


Jumat, 07 Agustus 2026 / 17:15 WIB
JFX Catatkan Nilai Transaksi Rp 3.268 Triliun Sepanjang Juli
ILUSTRASI. Jakarta Futures Exchange (JFX (Jakarta Futures Exchange/JFX/Jakarta Futures Exchange/JFX)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange/JFX) terus mencatatkan pertumbuhan aktivitas perdagangan di tengah dinamika pasar komoditas. Transaksinya sepanjang bulan Juli mencapai sekitar Rp 3.268 triliun.

Direktur Utama JFX Yazid Kanca Surya mengatakan, mengatakan transaksi itu berasal dari perdagangan multilateral, bilateral, dan Perdagangan Akses Luar Negeri (PALN). Menurutnya, peningkatan aktivitas perdagangan menunjukkan semakin kuatnya peran bursa sebagai sarana transaksi sekaligus pembentukan harga komoditas yang transparan.

Ia bilang, peningkatan aktivitas transaksi mencerminkan proses pembentukan harga (price discovery) yang semakin aktif melalui mekanisme perdagangan yang transparan.

"Semakin aktif transaksi berlangsung, semakin banyak informasi pasar yang tercermin dalam harga. Bagi pelaku usaha, harga yang terbentuk menjadi acuan transaksi sekaligus dasar dalam mengelola risiko saat pasar bergerak dinamis," ujar Yazid dalam keterangannya dikutip Jumat (7/8).

Yazid menilai volatilitas harga komoditas global yang dipengaruhi faktor pasokan, permintaan, harga energi, dan kebijakan ekonomi berbagai negara membuat pelaku usaha membutuhkan referensi harga yang kredibel. 

Baca Juga: Harga Komoditas Energi Masih Tertekan, Diproyeksikan Turun hingga Akhir 2026

Menurutnya, proses pembentukan harga yang semakin baik akan memperkuat dasar pengambilan keputusan, mulai dari penyusunan strategi bisnis, menjaga margin, hingga melakukan lindung nilai.

Pada periode 28 Juni hingga 25 Juli 2026, volume transaksi perdagangan Olein di JFXtercatat mencapai 67.564 lot dengan nilai sekitar Rp 6,85 triliun. Sementara transaksi perdagangan timah ekspor sepanjang Juli mencapai 2.855 lot dengan nilai sekitar Rp2,66 triliun. Pergerakan harga acuan timah di London Metal Exchange (LME) pada periode 19–25 Juli 2026 relatif stabil dengan koreksi tipis 0,19%.

Adapun aktivitas Perdagangan Akses Luar Negeri (PALN) mencatat nilai transaksi sekitar Rp 54,45 triliun pada Juli dengan volume lebih dari 3,92 juta lot pada periode yang sama.

Penguatan Price Discovery

Yazid memandang Indonesia perlu memperkuat mekanisme pembentukan harga (price discovery) komoditas di dalam negeri agar harga referensi semakin mencerminkan kondisi pasar nasional.

Sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, Indonesia memiliki peluang besar membangun harga referensi domestik yang kredibel melalui perdagangan yang transparan, likuid, dan berkelanjutan.

Yazid bilang, harga referensi tidak terbentuk melalui penetapan sepihak, melainkan dari transaksi yang mencerminkan interaksi antara permintaan dan penawaran di pasar. Menurutnya, semakin terbuka, aktif, dan berkesinambungan suatu perdagangan, semakin kuat pula proses price discovery yang menghasilkan harga referensi yang kredibel.

Baca Juga: Volatilitas Global Angkat Transaksi Komoditas di JFX

Penguatan mekanisme tersebut menjadi penting mengingat pelaku usaha komoditas, termasuk minyak sawit, masih banyak menggunakan acuan harga internasional. Padahal, Indonesia sebagai produsen utama memiliki potensi untuk membangun referensi harga domestik yang lebih sesuai dengan karakteristik pasar nasional.

“Aktivitas perdagangan yang tinggi dengan kontrak terstandardisasi dan pencatatan transparan menjadi faktor penting dalam membentuk harga yang representatif,” ujar Yazid.

Pergerakan harga minyak sawit global juga menunjukkan dinamika pasar yang kuat. Pada pekan terakhir Juli 2026, harga acuan Olein yang mengacu pada FPOL Bursa Malaysia Derivatives (BMD) naik 3,52% menjadi US$1.175 per ton dari sebelumnya US$1.135 per ton. Kenaikan itu dipengaruhi penguatan harga minyak mentah Brent, peningkatan permintaan dari China, serta ekspektasi pengetatan pasokan minyak sawit Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×