kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Jelang tengah hari, rupiah jadi yang paling loyo di Asia


Kamis, 02 Januari 2020 / 11:40 WIB
Jelang tengah hari, rupiah jadi yang paling loyo di Asia
ILUSTRASI. Seorang teller Bank Mandiri menunjukkan uang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 di Plasa Mandiri, Jakarta, Senin (8/7/2019). Rupiah pada Senin (8/7/2019) pagi bergerak melemah 6Jelang tengah hari, rupiah jadi yang paling loyo di Asia pada Kamis (2/1). ANTARA


Reporter: Irene Sugiharti | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah mengawali tahun 2020 dengan berada di zona merah. Mengutip Bloomberg Kamis (2/1) pada pukul 11.26 WIB, rupiah berada di level Rp 13.901 per dolar AS alias melemah 0,25%.

Rupiah hari ini menjadi yang paling loyo dibanding sederet mata uang Asia lain.

Baca Juga: Rupiah awali tahun 2020 dengan menguat di kurs Jisdor

Adapun sejumlah mata uang Asia yang juga melempem di hadapan USD di antaranya adalah won Korea Selatan, peso Filipina, dolar Taiwan, dolar Singapura hingga rupee India.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, selepas libur Tahun Baru, volume transaksi masih sepi.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan, keperkasaan mata uang garuda datang dari data inflasi tahun 2019 yang dirilis hari ini.

Baca Juga: Rupiah dibuka melemah di perdagangan perdana 2020

"Inflasi masih terkendali sesuai dengan apa yang diinginkan pemerintah," kata dia, kemarin.

Hari ini, Ibrahim memperkirakan rupiah di kisaran Rp 13.863-Rp 13.905 per dolar AS. Proyeksi Lana, rupiah di rentang Rp 13.900-Rp 13.920.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×