kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Jasa Marga (JSMR) tawarkan DINFRA dengan target dana sekitar Rp 500 miliar


Selasa, 03 Desember 2019 / 11:13 WIB
ILUSTRASI. Kendaraan melintas di area Gerbang Tol Cikarang Utama, Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/5/2019). PT Jasa Marga Tbk tengah menyelesaikan proses pemindahan Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama di jalan tol Jakarta-Cikampek ke GT Cikampek Utama KM 70 dan GT Kalihuri


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sejak pekan ini, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) tengah menawarkan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA). Perusahaan menargetkan bisa menghimpun dana sekitar Rp 500 miliar

Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto mengatakan, nilai tersebut masih sebagian dari rencana perusahaan menerbitkan DINFRA. Sebelumnya, Adri memang menyebut perusahaan akan menerbitkan DINFRA di akhir tahun ini dengan nilai sekitar Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun.

Baca Juga: Menteri PUPR dorong penyelesaian jalan akses pelabuhan Patimban

"Kita sudah mulai minggu ini menyerap. Kan produk sudah dibuat, tinggal investor masuk," ujar Adri kepada Kontan, Senin (2/12).

Adapun aset yang akan dijadikan underlying DINFRA adalah ruas tol Semarang-Solo. Ruas ini telah beroperasi sejak awal tahun 2019.

Sementara itu, rencana Jasa Marga untuk melakukan pendanaan dari Kontrak Investasi Kolektf Efek Beragun Aset (KIK-EBA) Syariah harus ditunda hingga tahun depan. Rencananya, dari penerbitan KIK-EBA ini, Jasa Marga hendak menghimpun dana sekitar Rp 2 triliun.

Baca Juga: Lengan crane di proyek Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIIA patah

"Administrasi belum clear, kemungkinan besar mundur tahun depan," ujar dia.

Meski tak jadi diterbitkan seluruhnya di akhir tahun ini, Adri mengatakan, perusahaan siap untuk melakukan pembayaran proyek turnkey terutama yang terbesar untuk proyek Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Elevated II. Pasalnya, perusahaan telah memiliki fasilitas pinjaman sindikasi perbankan.

Baca Juga: Sampai Oktober 2019, Wijaya Karya Beton (WTON) kantongi kontrak Rp 5,2 triliun

Lebih lanjut, Adri menyebut nilai investasi untuk Tol Japek-Elevated II ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan menargetkan jumlah tersebut akan dibayarkan antara akhir tahun ini atau awal tahun 2020 tergantung pada penyelesaian proses administrasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×