kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

BEI Rilis 4 Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, Ini Daftarnya


Kamis, 02 April 2026 / 19:07 WIB
BEI Rilis 4 Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, Ini Daftarnya
ILUSTRASI. Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi merilis daftar saham terkonsentrasi tinggi alias high shareholding concentration (HSC). Berdasarkan data per 31 Maret 2026, ada empat saham yang masuk dalam kategori ini

Pertama, saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 95,47% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat LUCY.

Kedua, ada PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) yang sahamnya dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 97,75% dari total Saham. Ketiga, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) sebesar 98,35%. 

PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) tercatat dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 95,94% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat MGLV.

Baca Juga: Penjualan Naik Tipis, Laba Bersih (ACES) Merosot 25% di 2025

Pjs. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik menegaskan pengumuman ini dibutuhkan untuk meningkatkan transparansi kepada investor dalam mengambil keputusan investasi dan pengumuman ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran.

“Nanti ada pertanyaan kalau terkonsentrasi sekian persen, apakah tidak memenuhi ketentuan free float. Jawabannya, tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran apapun di bidang pasar modal,” katanya, Kamis (2/4).

Jeffrey bilang bagi emiten yang masuk dalam HSC dalam melakukan berbagai upaya. Misalkan, mendistribusikan yang lebih banyak kepada publik dan setelahnya menyampaikan kepada BEI. 

“Nanti akan kamu nilai ulang dengan metodologi yang sama, kalau memang sudah tidak ada indikasi terkonsentrasi tinggi, kami akan umumkan kembali sudah tidak terkonsentrasi,” ucapnya. 

Jeffrey menjelaskan asesmen ulang ketika emiten terkait melaporkan upaya yang sudah dilakukan. Sampai saat ini, BEI juga belum punya rencana untuk memberikan notasi khusus pada saham yang masuk dalam kategori HSC.

Baca Juga: Tangkap Peluang Kecerdasan Buatan, DSSA Perkuat Energi dan Infrastruktur Digital

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×