kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

January effect segera berakhir, hati-hati koreksi IHSG


Jumat, 22 Januari 2021 / 16:49 WIB
ILUSTRASI. IHSG berpotensi koreksi hingga bulan depan.


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,66% ke level 6.307,13 pada perdagangan Jumat (22/1). Penurunan signifikan ini menyebabkan IHSG tercatat hanya naik tipis 0,02% bila dihitung sejak awal tahun. 

Adapun level tertinggi IHSG sepanjang tahun ini yakni menyentuh 6.504,99. Senior Vice President Research Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial mengatakan, level tersebut telah menyentuh level tertinggi bahkan sejak Maret 2020. Namun, untuk menyentuh level tertinggi baru masih tergantung pada performa rupiah sebagai jangkar perekonomian Indonesia. "Korelasinya sangat kuat terhadap return on equity (ROE), profit margin serta purchasing power konsumen," kata Janson, Jumat (22/1). 

Adapun pada bulan pertama ini, Janson mengatakan January effect akan menggerakkan IHSG di resistance 6.500-6.550. Secara historikal, January effect mendorong IHSG menghijau selama 10 tahun terakhir dan menghasilkan koreksi di bulan berikutnya.

Dus, di Februari 2021 nanti IHSG juga diprediksi akan terkoreksi. "Sepertinya (Februari) koreksinya agak dalam karena valuasi yang tidak make sense," imbuh Janson. 

Baca Juga: IHSG melemah 1,66% pada Jumat (22/1), saham-saham BUMN top losers LQ45

Hal ini terlihat di kuartal keempat 2020, laporan keuangan kurang bagus secara kuartalan karena cenderung flat. Serta sektor riil masih lagging terhadap valuasi IHSG dan surat utang pemerintah. Indikator lagging ini masih terlihat dari penjualan ritel yang lesu dan pertumbuhan kredit yang menurun selama tiga bulan berturut-turut. 

Dengan begitu, Janson merekomendasikan investor untuk tetap memilih saham-saham defensif terutama konsumer. Sebab di saat IHSG melemah sektor ini yang akan menahan gerak penurunannya.

Adapun saham yang direkomendasikan seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) buy on weakness pada Rp 7.200 dengan target harga Rp 9.000, dan buy on weakness PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 9.200 dengan target harga Rp 11.000 per saham. Kemudian buy on weakness saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) di harga Rp 1.580 dengan target harga Rp 1.900 per saham. 

Baca Juga: Begini arah pergerakan IHSG jelang akhir Januari 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×