Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan akankeamanan siber diperkirakan terus meningkat Seiring percepatan transformasi digital, Kebutuhan akankeamanan siber diperkirakan terus meningkat Kondisi tersebut mendorong pelaku industri memperluas kolaborasi untuk memperkuat solusi keamanan siber sekaligus menyiapkan talenta.
Maka, PT Itsec Asia Tbk (CYBR) menggandeng PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan solusi dan layanan keamanan siber, penguatan kapabilitas security operations center (SOC), serta pengembangan kompetensi di bidang keamanan siber dan kecerdasan artifisial (AI).
Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan, kebutuhan keamanan siber di Indonesia terus berkembang seiring semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital di berbagai sektor.
"Melalui kerja sama dengan PT INTI, kami ingin mengeksplorasi bagaimana pengalaman dan kapabilitas ITSEC Asia di bidang cybersecurity dapat mendukung kebutuhan sektor BUMN dan pemerintahan, sekaligus membuka peluang pengembangan solusi dan kapabilitas keamanan siber yang lebih luas di Indonesia," ujar Patrick, dalam keterangannya, Jumat (24/7).
Melalui kerja sama ini, ITSEC Asia akan mendukung pengembangan solusi dan layanan keamanan siber, termasuk eksplorasi pengembangan kapabilitas SOC. Perusahaan juga akan menyediakan solusi, teknologi, tenaga ahli, serta dukungan teknis sesuai kebutuhan proyek yang disepakati.
Di sisi lain, PT INTI akan mendukung pengembangan peluang bisnis dan hubungan dengan calon pelanggan maupun mitra strategis, terutama di sektor BUMN dan pemerintahan. Kedua perusahaan juga akan mengeksplorasi pemanfaatan fasilitas di kantor pusat PT INTI untuk mendukung pelatihan keamanan siber dan pengembangan fasilitas SOC.
Baca Juga: Indoritel (DNET) Raih Fasilitas Kredit Rp 2 Triliun dari Bank SMBC
Direktur PT INTI (Persero), Herry Jasman mengatakan, keamanan siber telah menjadi fondasi penting dalam transformasi digital sehingga kolaborasi dengan ITSEC Asia diharapkan dapat memperkuat kapabilitas nasional.
"Keamanan siber telah menjadi fondasi penting dalam transformasi digital. Melalui kolaborasi dengan ITSEC Asia, PT INTI ingin memperkuat kapabilitas nasional dengan menghadirkan solusi keamanan siber yang lebih komprehensif, sekaligus membangun ekosistem yang mampu menjawab kebutuhan sektor pemerintah, BUMN, maupun industri secara berkelanjutan," ujarnya.
Kolaborasi tersebut juga melibatkan PT ITSEC Cyber Academy untuk mengembangkan program pelatihan, pendidikan, workshop, seminar, dan pengembangan kompetensi di bidang keamanan siber serta AI. Program akan disusun sesuai kebutuhan organisasi dan peluang yang diidentifikasi bersama PT INTI.
Presiden Direktur ITSEC Cyber Academy Yulius C. Rusli mengatakan, kebutuhan talenta di bidang keamanan siber dan AI terus meningkat sehingga program pelatihan perlu dirancang agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
"Kami berharap kolaborasi dengan PT INTI dapat memperluas kesempatan bagi BUMN dan instansi pemerintahan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang cybersecurity dan AI," kata Yulius.
Sebelumnya, ITSEC Asia juga memperluas lini usahanya ke pengembangan kecerdasan artifisial (AI) dan perangkat lunak sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi bisnis teknologi. Langkah tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 30 Juni 2026.
Patrick mengatakan, ekspansi tersebut sejalan dengan perubahan lanskap industri keamanan siber yang semakin mengandalkan teknologi berbasis AI dan platform.
"Selama bertahun-tahun industri keamanan siber bertumbuh melalui layanan. Kami percaya fase berikutnya akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan membangun intellectual property berbasis AI," ujar Patrick.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














