Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten keamanan siber PT Itsec Asia Tbk (CYBR) menggandeng produsen ponsel global Infinix untuk memperluas perlindungan digital bagi pengguna smartphone di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, solusi keamanan berbasis kecerdasan buatan milik ITSEC Asia, IntelliBro Aman, akan tersedia pada perangkat Infinix NOTE Edge 5G+ dan Infinix NOTE 60.
Indonesia menjadi pasar pertama secara global untuk penerapan IntelliBro Aman pada lini Infinix Note. Langkah ini menandai ekspansi ITSEC Asia dari segmen korporasi ke pasar konsumen.
Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan, keamanan siber ke depan tidak hanya berfokus pada perlindungan organisasi, tetapi juga pengguna individu dalam aktivitas digital sehari-hari.
Baca Juga: Menanti Rapat FOMC, Begini Proyeksi Rupiah Rabu (28/1)
“Dengan bekerja sama dengan Infinix dan meluncurkan IntelliBro Aman melalui ekosistem Infinix, kami memperluas dampak kami ke ruang konsumen dalam skala yang signifikan. Ini adalah cara kami menghadirkan keamanan siber yang praktis dan mudah diakses, dimulai dari Indonesia,” ujar Patrick dalam keterangan resmi, Selasa (27/1/2026).
Sementara itu, Head of Marketing Infinix Sergio Ticoalu menuturkan, kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Infinix dalam menghadirkan teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aman bagi penggunanya.
“Melalui kerja sama dengan ITSEC Asia dan kehadiran IntelliBro Aman, kami membawa perlindungan keamanan siber yang praktis bagi pengguna smartphone di Indonesia agar dapat menikmati pengalaman digital yang lebih aman,” jelas Sergio.
Pada tahap awal, implementasi akan difokuskan pada peluncuran di Indonesia dengan target awal sebanyak 100.000 perangkat. Program ini juga akan disertai edukasi konsumen terkait keamanan digital serta penerapan bertahap sesuai kesiapan teknis dan regulasi.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat pada Rabu (28/1), Cek Rekomendasi Sahamnya
ITSEC Asia menilai kolaborasi ini sebagai tonggak penting dalam strategi pertumbuhan perseroan pada 2026, seiring pergeseran bisnis dari perlindungan infrastruktur kritikal dan korporasi menuju perlindungan skala konsumen di tengah meningkatnya penggunaan perangkat mobile.
“Pertumbuhan harus menciptakan dampak nyata, tidak hanya dari sisi bisnis. Kolaborasi ini baru permulaan untuk membangun masa depan digital Indonesia yang lebih aman,” tambah Patrick.
Selanjutnya: Dukung Kebutuhan Beras Jamaah Haji, Bulog Jajaki Peluang Ekspor ke Arab Saudi
Menarik Dibaca: 6 Manfaat Kesehatan Minum Air Timun secara Rutin, Cek di Sini yuk!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












