kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Isu pasokan angkat minyak WTI ke level tertinggi


Selasa, 26 September 2017 / 19:22 WIB
Isu pasokan angkat minyak WTI ke level tertinggi


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) baru saja mengukir level tertinggi barunya sejak Mei 2016. Komoditas energi tersebut berhasil menembus level US$ 52,22 per barel. Isu pasokan ditengarai telah menjadi sentimen positif yang mengangkat harga.

Pada Senin (25/9) lalu, Presiden Turki Tayyip Erdogan mengancam akan memotong pipa Kurdi yang memasok minyak dunia dikhawatirkan bisa mengurangi pasokan minyak global. Seharinya ladang minyak disana bisa menghasilkan minyak sekitar 500.000 – 600.000 barel per hari.

“Kalau sehari sekitar 500.000 barel distop kan pengaruhnya signifikan,” ujar Nizar Hilmy, Analis PT Soe Gee Futures kepada KONTAN.co.id, Selasa (26/9).

Selain ancaman Turki, optimisme kelanjutan pemangkasan produksi OPEC juga turut memberi sentimen positif. Pertemuan OPEC dan beberapa negara penghasil minyak pekan lalu telah menunjukkan keberhasilan program pemangkasan produksi 1,8 juta barel per hari. Kata Nizar dalam tiga bulan terakhir harga minyak WTI tercatat tumbuh hingga 15%.

Sementara itu Deddy Yusuf Siregar, Analis PT Asia Trade Point Futures melihat sentimen positif datang dari menurunnya produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS). Pada pekan yang berakhir 22 September kemarin, Baker Hughes merilis jumlah rig pengeboran aktif berkurang lima menjadi 744 buah dari pekan sebelumnya.

“Fokus pelaku pasar tertuju ke Amerika karena mereka sedang mengejar target produksi 10 juta barel per hari di tahun 2018 nanti,” imbuhnya.

Baik Nizar maupun Deddy keduanya sama-sama memperkirakan setelah ini harga minyak akan ditutup sedikit melemah. Aksi ambil untuk berpeluang terjadi setelah minyak WTI melambung cukup tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×