kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Investor profit taking, MI yakin pasar bisa tumbuh


Kamis, 24 April 2014 / 17:23 WIB
ILUSTRASI. Corporate Secretary PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (Wika Gedung kode emiten WEGE), Purba Yudha Tama, saat berkunjung ke Redaksi KONTAN, di Jakarta Rabu, (30/11/2022). (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Aksi redemption akibat ambil untung atau taking profit yang dilakukan investor reksadana tak membuat manajer investasi khawatir. Pelaku industri reksadana justru optimistis pasar reksadana bakal positif tahun ini.

Presiden Direktur Ashmore Asset Management Indonesia Ronni Gandahusada optimistis, pihaknya bisa mengejar target dana kelolaan Rp 4 triliun tahun ini. Dana kelolaan tersebut naik ketimbang realisasi tahun lalu yang hanya Rp 1,1 triliun.

Ashmore menyasar pertumbuhan subscription dari investor ritel untuk menaikkan dana kelolaan. Menurut Ronni, kenaikan jumlah masyarakat menengah di Indonesia menjadi pasar potensial bagi reksadana.

"Investor ritel membutuhkan investasi dan produk yang berkualitas. Sedangkan kami akan memenuhi kebutuhan tersebut dengan menyediakan produk yang bagus,"kata Ronni.

Infovesta Utama menyebut unit penyertaan reksadana sepanjang Maret 2014 susut 1,57% menjadi 122,34 miliar unit ketimbang Februari 2014 yang mencapai 124,30 miliar unit. Penurunan unit penyertaan tersebut lantaran adanya redemption investor reksadana yang melakukan taking profit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×