kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.525   25,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Investor percaya BI, rupiah stabil menguat


Rabu, 06 Maret 2013 / 11:41 WIB
ILUSTRASI. Prediksi IHSG Selasa (19/10) naik lagi, 8 saham bisa dicermati untuk trading hari ini


Sumber: Bloomberg |

JAKARTA. Kontrak non-delivery forward (NDF) rupiah mantap menguat untuk hari kedua. Investor berspekulasi bahwa BI akan mengerem inflasi yang Februari lalu melonjak ke rekor 20 bulan tertinggi. Harga surat utang pemerintah pun menanjak.

Menurut data Bloomberg, kontrak NDF berjangka satu bulan untuk rupiah menguat 0,23% ke Rp 9.703 pada pukul 11.34 WIB. Level kurs tersebut lebih lemah 0,2% daripada harga kuotasi kurs dari bank-bank lokal yang senilai Rp 9.685 per dollar AS. Sedangkan nilai kurs spot harian rupian yang ditetapkan Association of Banks in Singapore kemarin tercatat di level Rp 9.709 per dollar As.

DBS Group Holdings Ltd. dan PT Mandiri Sekuritas mengatakan dalam riset masing-masing, bahwa mereka berharap BI akan menaikkan FasBI dengan adanya lonjakan inflasi bulan lalu. Di Februari, inflasi tahunan menanjak 5,31%, hampir menuju batas atas kisaran inflasi BI yang antara 3,5%-5,5%.

"Tekanan agar Bank Indonesia bertindak mulai naik. Inflasi sudah mendekati batas atas kisaran target, jadi sekali ia menembus batas itu, kami memprediksi bank sentral akan menaikkan bunga," kata Eugene Leow, ekonom DBS di Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×