kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.014   51,00   0,28%
  • IDX 5.763   68,00   1,19%
  • KOMPAS100 747   12,10   1,65%
  • LQ45 568   11,21   2,01%
  • ISSI 199   0,93   0,47%
  • IDX30 322   6,63   2,10%
  • IDXHIDIV20 396   7,74   1,99%
  • IDX80 85   1,50   1,79%
  • IDXV30 108   1,49   1,40%
  • IDXQ30 104   1,80   1,77%

Investor Mulai Lirik Saham Bank di Luar KBMI IV, Kapitalisasi Pasar BBNI Melonjak


Selasa, 01 Juli 2025 / 05:00 WIB
Investor Mulai Lirik Saham Bank di Luar KBMI IV, Kapitalisasi Pasar BBNI Melonjak
Investor ritel memantau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada ponselnya di Jakarta, Senin (30/6/2025). Saat ini investor mulai memburu saham-saham perbankan KBMI 3, dan beralih dari saham big banks yang sebelumnya jadi favorit investor.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

Sementara itu, Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto, menegaskan bahwa saham big banks belum sepenuhnya ditinggalkan.

Dalam kondisi pasar yang bergejolak, saham-saham besar tetap menjadi sasaran utama tekanan jual, karena dimiliki oleh banyak fund manager, baik lokal maupun global.

Menurut Pandhu, bank yang kepemilikan sahamnya tidak terlalu terpapar oleh fund manager bisa jadi lebih stabil saat pasar berfluktuasi.

Baca Juga: Saham Bank Jumbo Tertekan, Begini Prospeknya

Karena itu, ia menyarankan investor yang tertarik pada saham bank di luar kategori big banks untuk memperhatikan valuasi murah dan prospek pertumbuhan ke depan.

Ia merekomendasikan BNGA dan NISP sebagai pilihan, karena selain valuasinya masih rendah, keduanya juga memiliki potensi dividen yield yang besar. 

Target harga yang ditetapkan Pandhu untuk BNGA adalah Rp 1.900 per saham, sementara NISP ditargetkan di Rp 1.500 per saham. Adapun untuk BNLI, ia menilai harganya sudah terlalu tinggi, dengan estimasi nilai wajar di level Rp 2.500 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×