kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Investor berburu obligasi AS, rupiah terkoreksi


Senin, 29 Januari 2018 / 19:15 WIB


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jelang rapat The Federal Reserve, pasar mengoleksi aset Amerika Serikat (AS), terutama surat utangnya. Akibatnya rupiah turun.

Senin (29/1) rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,45% ke Rp 13.366 per dollar AS. Sedangkan dalam kurs tengah Bank Indonesia, rupiah melemah 0,18% ke Rp 13.327 per dollar AS.

Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang Bank Mandiri menyatakan sedang terjadi penarikan dana ke AS untuk aset obligasi. "Rata-rata semua benchmark US Treasury note sedang naik, artinya investor sedang melarikan investasi ke sana karena menawarkan return yang lebih positif," jelas Reny kepada Kontan.co.id.

Terlihat hari ini yield surat utang AS untuk tenor 10 tahun naik ke level 2,7% atau level tertinggi sejak tahun 2014. Namun, pasar berharap besar pada potensi untung karena menunggu hasil rapat terakhir masa jabatan gubernur The Federal Reserve Janet Yellen. Pasar mengharapkan Yellen akan mengeluarkan pernyataan yang dapat mendorong ekonomi dan dollar AS.

Adapun, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) dalam periode sepekan terakhir hingga hari ini koreksi 0,59%. Artinya, sedang terjadi penarikan dari investasi di obligasi aset rupiah yang memang sedang minim sentimen internal.

Untuk besok, Reny memperkirakan, rupiah akan melemah ke Rp 13.330-Rp 13.378 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×