kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Investor Asia melakukan aksi jual saham


Rabu, 31 Juli 2013 / 09:04 WIB
ILUSTRASI. Nonton Boruto Episode 239 (iQIYI, WeTV, Viu, Bstation/Bilibili), Kapalnya Bermasalah


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Asia memberikan sinyal merah pada transaksi pagi ini. Kondisi itu dipicu oleh penurunan sejumlah indeks acuan di kawasan regional. Misalnya saja, indeks Topix Jepang turun 1%, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 1,4%, dan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,1%. Meski demikian, ada pula indeks yang naik seperti indeks S&P/ASX 200 Australia naik. Sedangkan indeks NZX 50 Selandia Baru tak banyak mencatatkan perubahan.

Kondisi itu menyebabkan indeks MSCI Asia Pacific ikut tertekan. Pada pukul 09.35 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3% menjadi 133,36. Dari dua saham yang turun, terdapat satu saham yang naik. Sementara itu, pasar saham Hong Kong dan China belum dibuka.

Pasar saham Asia diprediksi akan dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan konklusi pertemuan pimpinan the Federal Reserve yang akan berakhir hari ini (31/7).

"Market akan mengamati setiap kata dari pernyataan the Fed. Pesan umum yang disampaikan sepertinya masa quantitative easing akan segera berakhir. Namun hal itu baru bisa dilakukan jika data ekonomi mendukung," jelas Bob Van Munster, head of Australian equities Tyndall Investment Management Ltd di Sydney.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×