kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Waspada Potensi Sanksi Uni Eropa, Begini Proyeksi Rupiah Besok (12/2)


Rabu, 11 Februari 2026 / 18:20 WIB
Waspada Potensi Sanksi Uni Eropa, Begini Proyeksi Rupiah Besok (12/2)
ILUSTRASI. -Petugas menghitung uang rupiah dan dolar Amerika (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (11/2/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,15% secara harian ke Rp 16.786 per dolar AS. 

Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga menguat 0,10% secara harian ke Rp 16.781 per dolar AS. 

Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, momentum penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar global yang tertekan oleh data ekonomi AS yang lesu serta retorika pejabat AS yang menginginkan nilai tukar lebih kompetitif. Kehadiran Thomas Djiwandono di barisan pimpinan Bank Indonesia juga memberikan napas segar bagi pasar, karena dianggap memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global.

“Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai sejumlah sentimen krusial yang dapat membatasi apresiasi rupiah,” ujar Sutopo kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.772 Per Dolar AS Hari Ini (11/2), Asia Kompak Naik  

Sutopo menjelaskan, faktor utama yang harus dicermati adalah perkembangan rencana sanksi Uni Eropa terhadap Pelabuhan Karimun, yang berisiko mengganggu aliran perdagangan dan memicu kekhawatiran terkait posisi geopolitik Indonesia. 

Selain itu, pasar akan sangat sensitif terhadap data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payrolls) yang segera dirilis. Jika hasil laporan menunjukkan ketahanan tenaga kerja yang melampaui ekspektasi, dolar AS berpotensi melakukan rebound mendadak yang akan memberikan tekanan balik bagi mata uang Garuda. 

“Proyeksi nilai tukar rupiah untuk esok hari, Kamis, 12 Februari 2026, diperkirakan akan bergerak dalam rentang konsolidasi dengan kecenderungan menguat tipis di kisaran Rp 16.750 hingga Rp 16.820 per dolar AS,” ucap Sutopo. 

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah salah satunya dipengaruhi oleh data penjualan ritel Amerika Serikat (AS). Disebutkan bahwa angka penjualan ritel yang stagnan bulan lalu mengikuti peningkatan 0,6% yang tidak direvisi pada bulan November, menurut Biro Sensus Departemen Perdagangan pada hari Selasa. 

Baca Juga: Rupiah Spot Menguat 0,15% ke Rp 16.786 per Dolar AS pada Rabu (11/2/2026)

“Angka tersebut menunjukkan bahwa pengeluaran konsumen secara luas di ekonomi terbesar dunia sedang mendingin di tengah inflasi yang tinggi dan tekanan pada pasar tenaga kerja,” ujar Ibrahim, Rabu (11/2/2026). 

Menurut Ibrahim, kelemahan yang berkelanjutan dalam pengeluaran dapat menghadirkan prospek yang lebih lemah bagi perekonomian. Prospek ekonomi yang lebih lemah pada gilirannya dapat mendorong Federal Reserve untuk memangkas suku bunga lebih lanjut tahun ini untuk menopang pertumbuhan. 

“Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun karena anggapan ini, sementara dolar kesulitan untuk pulih dari kerugian besar yang tercatat pada hari Senin,” kata Ibrahim. 

Dari dalam negeri, Ibrahim melihat rupiah dipengaruhi stimulus ekonomi yang disiapkan pemerintah. Memasuki bulan Ramadan dan libur Idulfitri tahun 2026, pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 yang mencakup kebijakan diskon transportasi, work from anywhere (WFA), dan bantuan pangan. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan serta memberikan keringanan bagi masyarakat dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri. 

Selain stimulus ekonomi, pemerintah juga memprioritaskan aspek keselamatan dan kenyamanan perjalanan mudik. Kemudian, koordinasi lintas kementerian/lembaga terus dilakukan untuk memastikan kelayakan infrastruktur jalan terutama di tengah kondisi curah hujan yang tinggi.

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Kamis (12/2/2026) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 16.780 – Rp 16.810 per dolar AS.

Baca Juga: Penjualan Ritel AS Stagnan, Rupiah Menguat ke Rp 16.786 per Dolar AS

Selanjutnya: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Kamis 12 Februari 2026, Perkuat Kolaborasi

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Kamis 12 Februari 2026, Perkuat Kolaborasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×