Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Euro (EUR) menutup bulan Oktober 2026 di kisaran US$ 1,12 atau mencatatkan penurunan bulanan lebih dari 1% terhadap USD dan berada di dekat level terendahnya dalam lebih dari setahun.
Seperti dikutip Tradingeconimics, Jumat (30/10), mata uang ini terus tertekan oleh kekhawatiran mengenai prospek fiskal Prancis serta pendekatan hati-hati Bank Sentral Eropa (ECB) terhadap pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.
Data pertumbuhan zona euro yang dirilis pada hari Jumat (30/10) menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi pada kuartal ketiga. Prancis secara tak terduga mengalami kontraksi akibat penurunan ekspor dan investasi yang membebani output.
Gejolak politik menambah ketidakpastian, mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Prancis (OAT) ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, sementara inflasi tetap persisten di seluruh kawasan tersebut.
Pada hari Kamis (29/10), ECB mempertahankan suku bunga tidak berubah, tanpa memberikan sinyal tegas mengenai arah kebijakan di masa depan.
Presiden ECB Christine Lagarde mengonfirmasi bahwa kenaikan suku bunga sempat dibahas, namun para pengambil kebijakan sepakat untuk tetap menahan suku bunga, dengan alasan bahwa kondisi keuangan yang lebih ketat telah membantu meredam tekanan harga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














