Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perdagangan kontrak berjangka dan derivatif menawarkan peluang bagi pelaku pasar untuk memanfaatkan pergerakan harga aset, termasuk emas. Namun, instrumen ini juga memiliki risiko tinggi. Sehingga pemahaman terhadap mekanisme transaksi dan potensi kerugian menjadi bagian penting dalam edukasi bagi trader.
Maka, penguatan edukasi serta pertukaran wawasan di kalangan komunitas trading menjadi salah satu faktor penting. CEO PT Invetra Teknologi Berjangka (Invetra), Jufri Ramadan Sinurat mengatakan, edukasi dan pertukaran pengetahuan menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan komunitas trading.
Menurutnya pertumbuhan komunitas trading tidak hanya berkaitan dengan perkembangan pasar, tapi juga dengan tersedianya ruang untuk bertukar pengetahuan, memperluas perspektif dan membangun koneksi yang positif.
Baca Juga: Prospek Kinerja PGN (PGAS) Diproyeksi Positif hingga 2027, Simak Rekomendasi Sahamnya
"Melalui Invetra Connect, kami ingin mendukung dialog yang mempertemukan berbagai pengalaman dan sudut pandang, sekaligus mendorong pemahaman yang lebih baik terhadap dinamika pasar dan risiko yang menyertainya,” ujar Jufri, dalam rilis, Jumat (30/10).
Menurut Invetra, diskusi mengenai kondisi pasar dan strategi trading dapat membantu pelaku pasar mengenali beragam perspektif. Meski demikian, informasi dan wawasan yang diperoleh tidak menggantikan penilaian mandiri sebelum melakukan transaksi.
Transaksi kontrak berjangka dan derivatif, termasuk kontrak untuk selisih (CFD), memiliki risiko tinggi dan dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh dana. Maka, pemahaman terhadap karakteristik instrumen dan risiko transaksi menjadi pertimbangan penting sebelum mengambil keputusan perdagangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














