Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yuan luar negeri (offshore) atau CNY diperdagangkan di kisaran 6,65 per dolar Amerika Serikat (AS). CNY mencapai level terkuatnya sejak April 2022, didorong oleh pertumbuhan ekspor yang kuat serta langkah para eksportir yang menukarkan kepemilikan dolar mereka ke dalam yuan.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Jumat (30/10), ekspor melonjak 36,3% secara tahunan (yoy) menjadi US$ 447,18 miliar pada September 2026, mencatatkan pertumbuhan tahunan tercepat dalam tujuh bulan terakhir, terutama akibat tingginya permintaan global terhadap produk elektronik dan semikonduktor.
Kinerja ekspor yang solid ini membantu mata uang tersebut terapresiasi sekitar 5% sepanjang tahun ini.
Selain itu, permintaan terhadap yuan tetap kuat seiring dengan meningkatnya aktivitas penjualan dolar dan lindung nilai (hedging) oleh para eksportir di tengah ekspektasi akan apresiasi lebih lanjut.
Sementara itu, Bank Sentral Tiongkok (PBoC) menetapkan nilai tengah harian (midpoint) di angka 6,7138 per dolar atau level terkuat sejak Februari 2023.
Penguatan bertahap pada nilai tengah tersebut mengisyaratkan bahwa para pembuat kebijakan merasa nyaman dengan apresiasi yuan, namun mungkin berupaya untuk menjaga agar lajunya tetap terkendali.
Mata uang ini berada di jalur yang tepat untuk mencatatkan kenaikan bulanan selama empat bulan berturut-turut, setelah menguat sekitar 0,8% pada bulan Oktober 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














