kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.581   28,00   0,16%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini upaya XL Axiata (EXCL) setelah gagal tender untuk spektrum 2,3 GHz


Jumat, 23 April 2021 / 19:36 WIB
ILUSTRASI. Seorang teknisi XL Axiata Tbk melakukan perawatan BTS XL Axiata di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (19/3/2021).


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Pengembangan jaringan perusahaan ini juga selaras usai tidak dapat melanjutkan proses tender frekuensi 2,3 GHz. Untuk itu, Gede bilang secara perlahan dengan mempertimbangkan bisnis yang ada, pihaknya juga melakukan refarming untuk memaksimalkan spektrum yang dimiliki.

Oleh sebab itu, perusahaan optimis degan memaksimalkan spektrum yang dimiliki cukup untuk melayani pertumbuhan trafik untuk 1-2 tahun mendatang.

Budi kembali menjelaskan bahwa selain untuk pengembangan jaringan perusahaan, capex tahun ini juga akan digunakan untuk melakukan refinancing. "Ada beberapa fasilitas pinjaman yang akan jatuh tempo tahun ini sekitar Rp 1,5 triliun, tapi kami berencana melakukan refinancing. Makanya, capex sebagian akan dikombinasikan dengan funding dari eksternal," tuturnya. Tapi, ia enggan merinci terkait rencana pendanaan eksternal tersebut.

Hingga tutup tahun, EXCL menargetkan pertumbuhan pendapatan setara dengan pertumbuhan rata-rata industri. Kemudian, perusahaan halo-halo ini juga menargetkan margin EBITDA sebesar sekitar 50%.

Baca Juga: Perluas infrastruktur ke wilayah terpencil, XL Axiata operasikan BTS USO di Sumsel

Berdasarkan laporan keuangan, EXCL membukukan kenaikan pendapatan 3% sepanjang 2020 menjadi sebesar Rp 26,02 triliun. XL Axiata juga membukukan peningkatan EBITDA sebesar 31% yoy menjadi Rp 13,06 triliun.

Sementara itu, laba tahun berjalan merosot 47,9% yoy, dari Rp 712,58 miliar pada 2019 menjadi Rp 371,6 miliar pada 2020. Akan tetapi, XL Axiata dapat mencetak laba bersih dinormalisasi sebesar Rp 679 miliar.

Baca Juga: Lelang harga frekuensi 2,3 Ghz, begini penjelasan Xl Axiata (EXCL)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×