Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan tekanan berat dan ditutup ambruk di zona merah.
Tekanan jual sudah terjadi sejak pembukaan perdagangan dan terus berlanjut hingga sesi terakhir, mencerminkan kuatnya aksi pelepasan saham di hampir seluruh sektor.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG ditutup turun 406,87 poin atau 4,88% ke level 7.922,73 pada Senin (2/2/2026).
Baca Juga: Saat IHSG Menguat, Asing Catat Net Sell Terbesar pada Saham-Saham Ini, Senin (26/1)
Sepanjang perdagangan, pergerakan indeks berada pada kisaran 7.820,22 hingga 8.313,05, menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi di tengah sentimen negatif pasar.
Pelemahan IHSG dipicu oleh koreksi serentak di seluruh indeks sektoral. Sektor barang baku mencatatkan penurunan paling dalam dengan koreksi mencapai 10,74%.
Tekanan kuat juga terlihat pada sektor barang konsumer nonprimer yang melemah 7,67%, diikuti sektor energi yang turun 7,66%. Penurunan tajam ini mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek kinerja emiten-emiten di sektor tersebut dalam jangka pendek.
Sektor properti dan real estate ikut tertekan dengan penurunan 6,27%, sementara sektor transportasi dan logistik terkoreksi 6,18%. Sektor infrastruktur turun 6,06%, diikuti sektor teknologi yang melemah 6,04% dan sektor perindustrian yang turun 5,88%.
Baca Juga: Asing Net Buy Rp 655 Triliun Saat IHSG Ambruk, Cek Saham yang Diborong, Senin (2/2)
Sektor keuangan juga tak luput dari tekanan meski penurunannya relatif lebih terbatas, yakni sebesar 2,33%. Adapun sektor barang konsumer primer turun 1,73% dan sektor kesehatan melemah 1,28%.
Dari sisi aktivitas perdagangan, tekanan jual tercermin dari dominasi saham yang bergerak melemah. Total volume transaksi saham di BEI mencapai 49,64 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 28,34 triliun.
Sebanyak 720 saham ditutup melemah dan menjadi pemberat utama indeks, sementara hanya 58 saham yang berhasil menguat dan 36 saham bergerak stagnan.
Menariknya, di tengah kejatuhan IHSG yang hampir menyentuh 5%, investor asing secara agregat masih mencatatkan net buy sebesar Rp 654,94 miliar di seluruh pasar.
Baca Juga: Nasib Rupiah Awal Pekan: Ini Prediksi & Faktor Penentu Fluktuasi
Meski demikian, di level saham, investor asing tetap melakukan aksi jual cukup besar pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Saham perbankan menjadi yang paling banyak dilepas, dengan penjualan bersih asing signifikan terjadi pada PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.
Selain itu, saham PT Telkom Indonesia Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, hingga PT Amman Mineral Internasional Tbk juga tercatat mengalami tekanan jual asing yang cukup besar.
Di sisi lain, aksi beli asing terpantau masuk ke beberapa saham pilihan, terutama di sektor perbankan dan komoditas.
Saham PT Bank Central Asia Tbk menjadi salah satu yang paling banyak diborong investor asing, disusul saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk serta sejumlah saham tambang dan energi seperti PT Merdeka Gold Resources Tbk, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk.
Minat beli asing juga terlihat pada saham-saham grup Barito serta emiten properti tertentu.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan pasar secara umum masih sangat kuat dan menyeret IHSG ke zona merah dalam, investor asing mulai melakukan seleksi saham dengan memanfaatkan pelemahan harga.
Namun demikian, dominasi sentimen negatif di pasar membuat pergerakan IHSG tetap berada di bawah tekanan sepanjang perdagangan awal pekan ini.
Selanjutnya: Rogoh Kocek Rp 300 Miliar, Sarana Menara Nusantar (TOWR) Siap Buyback Saham
Menarik Dibaca: Ada 6 Website Tes Psikologi Gratis dari Kepribadian sampai Karier, Wajib Coba
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Bank Mandiri
- IHSG
- IHSG anjlok
- Saham Perbankan
- Telkom Indonesia
- Bursa Efek Indonesia
- IHSG hari ini
- saham bank
- net buy asing
- strategi investasi
- net sell asing
- sektor barang baku
- sektor energi
- bank rakyat indonesia
- investor asing
- Bank Central Asia
- Sektor Konsumer
- dian swastatika
- saham diborong asing
- IHSG merah
- saham ambruk
- Aman Mineral
- Merdeka Gold
- Alamtri Minerals













