kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ini strategi Solusi Bangun Indonesia (SMCB) meraup laba Rp 134 di kuartal III 2019


Minggu, 03 November 2019 / 19:17 WIB
Ini strategi Solusi Bangun Indonesia (SMCB) meraup laba Rp 134 di kuartal III 2019
ILUSTRASI. Pabrik Semen PT. Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), dahulu bernama semen cibinong lalu semen holcim.

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat konsumsi semen domestik pada kuartal III 2019 turun 2,2% dari tahun sebelumnya.

Meski demikian, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mampu mencatatkan kinerja yang ciamik pada kuartal III 2019. Pada kuartal III 2019, emiten dengan kode saham SMCB ini berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 134,12 miliar.

Baca Juga: SMCB bukukan laba bersih Rp 134 miliar di kuartal-III tahun ini

Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya SMCB masih menanggung rugi sebesar Rp 630 miliar.

Pendapatan SMCB pun tercatat naik tipis 2,2%, sehingga SMCB mengantongi pendapatan Rp 7,74 triliun pada kuartal III 2019.

Direktur Solusi Bangun Indonesia Agung Wiharto mengaku puas dengan pencapaian ini. Sebab, tahun ini manajemen SMCB menargetkan untuk bisa keluar dari jerat kerugian.

“Target kami tahun ini tidak boleh rugi, tidak boleh minus, dan sekarang kami berada di jalur yang telah kami rancang,” tutur Agung kepada Kontan.co.id, Minggu (3/11).

Lebih lanjut, pencapaian apik ini tidak lepas dari adanya sinergi dengan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Agung bilang, sinergi ini memberikan keuntungan bagi SMCB salah satunya adalah bargaining position (posisi tawar) yang lebih baik.

“Kami jadi mendapatkan barang yang lebih baik, kualitas yang lebih baik, dengan harga yang lebih murah,” lanjutnya.

Baca Juga: Penjualan Semen Masih Lesu, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham INTP, SMGR, dan SMBR

Selain itu, sinergi dengan SMGR juga dilakukan dari sisi supply chain dan sisi produksi. SMCB juga melakukan sinergi ke internal berupa penguatan daya saing dan efisiensi manajemen internal.

“Efisiensi manajemen juga turut membantu. Tadinya dalam SMCB ada sembilan orang direksi sekarang hanya ada tiga,” sambungnya

Terkait lesunya permintaan semen pada kuartal III 2019, Agung mengaku hal ini sudah diprediksi sebelumnya. Sejak awal tahun terdapat beberapa faktor yang menyebabkan konsumsi semen domestik melemah.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×