kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ini strategi Solusi Bangun Indonesia (SMCB) meraup laba Rp 134 di kuartal III 2019


Minggu, 03 November 2019 / 19:17 WIB
Ini strategi Solusi Bangun Indonesia (SMCB) meraup laba Rp 134 di kuartal III 2019
ILUSTRASI. Pabrik Semen PT. Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), dahulu bernama semen cibinong lalu semen holcim.

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Musim penghujan dan momentum Pemilihan Umum (Pemilu) menjadi salah satu penyebab konsumsi semen domestik menjadi turun. Selain itu, momentum puasa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri juga turut mempengaruhi permintaan semen.

“Jadi pelemahan tersebut bisa kami prediksi sehingga pertumbuhan konsumsi semen yang mencapai -2% masih sesuatu yang wajar meskipun itu di bawah ekspektasi kami,” ujarnya.

Baca Juga: Sebulan terakhir net sell asing di bursa mencapai Rp 3,88 triliun, ini penyebabnya

Ia pun optimis penjualan semen akan meningkat dan kinerja SMCB akan tetap ciamik hingga akhir 2019.

Untuk diketahui, saat ini SMCB tengah ) getol mempromosikan merek baru pengganti Holcim, yakni Dynamix.

Penggantian merek ini tidak lepas dari akuisisi SMCB oleh SMGR. Sehingga nama Holcim atau Lafarge sebagai merek global yang masih dimiliki oleh Lafarge Holcim Group sudah tidak bisa digunakan lagi oleh Semen Indonesia Group.

Promosi secara internal dilakukan dengan memperkenalkan merek Dynamix kepada seluruh pegawai SMCB. Promosi ini juga menyangkut sosialisasi alasan dan latar belakang mengapa merek Holcim diubah menjadi Dynamix.

Baca Juga: Asing jual bersih, IHSG melorot 1,07% ke 6.228 pada penutupan perdagangan Oktober

Sementara promosi ke pihak eksternal dilakukan dengan menggelar roadshow ke kota besar. Roadshow ini dilakukan dengan mengundang ratusan pemiliki toko dan pedagang ritel.

Selain itu, SMCB juga turun langsung untuk menyosialisasikan semen Dynamix kepada distributor dan kontraktor.




TERBARU

Close [X]
×