Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga Surat Utang Negara (SUN) mengalami penguatan pada sesi perdagangan terakhir di pekan lalu.
Berdasarkan data dari PHEI, yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0104) turun sebesar 6 basis poin (bp) ke level 6,10%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0103) turun sebesar 4 bps ke level 6,53%. Data Bloomberg menunjukkan yield curve SUN 10-tahun (GIDN10YR) turun sebesar 5 bps ke level 6,54%.
Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp 29,9 triliun kemarin, lebih tinggi dari volume transaksi di hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 18,5 triliun.
FR0103 dan FR0104 menjadi dua seri teraktif di pasar sekunder. Dengan volume transaksi masing - masing sebesar Rp 6,5 triliun dan Rp 5,6 triliun. Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp 7,9 triliun.
Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Bisnis, DAAZ Rilis Obligasi Senilai Rp 500 Miliar
Laporan Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah oleh Bank Indonesia (BI) menunjukkan jual neto oleh investor asing sebesar Rp 10,49 triliun berdasarkan data transaksi untuk periode 14-17 Juli 2025.
Flow tersebut berasal dari jual neto sebesar Rp 8,95 triliun di pasar SRBI dan Rp 1,91 triliun di pasar saham. Sementara itu, pasar SBN mencatatkan beli neto sebesar Rp 0,38 triliun.
Berdasarkan data setelmen per 17 Juli 2025, selama tahun 2025 nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp 58,01 triliun di pasar saham dan Rp 48,07 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp 59,97 triliun di pasar SBN.
Data Bloomberg menunjukkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menguat 0,27%, bergerak dari level Rp 16.341/US$ di hari Kamis (17/7) menjadi Rp16.297/US$ di hari Jumat (18/7).
Indikator global menunjukkan sentimen yang cenderung positif, tercermin dari penurunan yield US Treasury (UST) dan level Credit Default Swap (CDS) Indonesia.
Yield curve UST 5-tahun turun sebesar 5 basis poin (bps) dari hari sebelumnya menjadi 3,96%, dan yield curve UST 10-tahun turun sebesar 3 bps menjadi 4,44%. Sementara itu, CDS 5-tahun Indonesia turun tipis sebesar 1 bps menjadi 73 bps.
Baca Juga: Investor Berbondong-bondong Masuk ke Obligasi Tanah Air, Ini Sentimen Pendorongnya
Secara week-over-week, yield curve UST 10-tahun meningkat tipis sebesar 1 bps dan Rupiah melemah sebesar 0,49% terhadap US$. Sedangkan CDS 5-tahun Indonesia ditutup 2 bps lebih rendah dibandingkan minggu sebelumnya.
Walau dampak dari indikator-indikator di atas cenderung mixed, yield curve SUN 10-tahun masih mencatatkan penurunan mingguan sebesar 4bp ke level 6,54%. Penurunan yield tersebut juga didukung oleh pemangkasan BI Rate sebesar 25bp pada RDG BI Juli yang diselenggarakan minggu lalu.
Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas, Amir Dalimunthe mengatakan bahwa dengan mempertimbangkan kondisi pasar di atas, BNI Sekuritas melihat adanya potensi demand yang stabil untuk instrumen SBN berdenominasi Rupiah. BNI Sekuritas memperkirakan weekly range untuk yield SUN 10-tahun pada periode 21 - 25 Juli di kisaran 6,47-6,60%.
“Berdasarkan valuasi yield curve, kami memperkirakan bahwa obligasi berikut akan menarik bagi para investor: FR0086, FR0099, FR0106,” ujar Amir dalam keterangannya, Senin (21/7).
Selanjutnya: Cara Ganti Foto KTP 2025: Syarat dan Prosedur Lengkap, Gratis!
Menarik Dibaca: Promo PSM Alfamart Terbaru 21-23 Juli 2025, Milo Bubuk Diskon Rp 17.400
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News