kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ini Penyebab IHSG Melejit 1,12% Selama Sepekan Ini


Sabtu, 29 November 2025 / 16:34 WIB
Ini Penyebab IHSG Melejit 1,12% Selama Sepekan Ini
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang terkoreksi 0,43% ke level 8.508,70 pada Jumat (28/11/2025). Hanya saja, selama sepekan IHSG masih melaju 1,12%.


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang terkoreksi 0,43% ke level 8.508,70 pada Jumat (28/11/2025). Hanya saja, selama sepekan IHSG masih melaju 1,12%.

Apa yang membuat IHSG melejit selama sepekan ini? Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut, pergerakan IHSG sepanjang pekan ini terutama ditopang masuknya aliran dana asing seiring rebalancing indeks MSCI yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Rebalancing tersebut membuat sejumlah saham yang masuk dalam konstituen MSCI mendapat tambahan minat beli investor asing.

"Inflow asing cukup terasa, terutama ke saham-saham yang masuk konstituen MSCI. Ini menjadi salah satu penopang utama penguatan IHSG selama sepekan," ujar Herditya kepada Kontan, Jumat (28/11/2025).

Selain arus dana asing, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga memberi kontribusi signifikan. Stabilnya kurs membuat pelaku pasar lebih percaya diri, khususnya dalam merespons sentimen global yang belakangan cenderung positif.

Baca Juga: Emiten Ramai-ramai Bagi Dividen Interim 2025, Mana yang Menarik?

Dari sisi eksternal, meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan The Fed menjadi sentimen dominan. Herditya menyebut, probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed kini naik ke kisaran 84%, sehingga mendorong aliran dana masuk ke aset berisiko, termasuk pasar saham Indonesia.

"Harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed membuat risk appetite meningkat. Ini turut mendorong aksi beli yang menopang IHSG," jelasnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga sejumlah komoditas global seperti emas dan CPO juga membantu menopang kinerja IHSG pekan ini. Penguatan harga komoditas tersebut memberikan dampak positif terhadap emiten-emiten terkait yang memiliki kapitalisasi besar dan bobot signifikan dalam indeks.

"Emas dan CPO bergerak naik, sehingga saham-saham komoditas mendapat sentimen tambahan yang cukup kuat," kata Herditya.

Kombinasi faktor aliran dana asing, penguatan rupiah, ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat, dan tren harga komoditas menjadi penopang utama IHSG sepanjang pekan ini. Meski ditutup melemah pada akhir pekan, Herditya menilai koreksi tersebut masih wajar mengingat adanya aksi ambil untung setelah reli beberapa hari.

Baca Juga: IHSG Menguat 0,6% Dalam Sepekan, Begini Saran Analis

Selanjutnya: Banjir Sumatra, Ini Daftar Jalan yang Tidak Bisa Dilalui

Menarik Dibaca: Stranger Things dan 5 Serial Populer tentang Alien Ini Ada di Netflix

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×