kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.161   17,00   0,10%
  • IDX 7.710   33,62   0,44%
  • KOMPAS100 1.068   5,72   0,54%
  • LQ45 768   4,07   0,53%
  • ISSI 280   2,88   1,04%
  • IDX30 409   2,52   0,62%
  • IDXHIDIV20 494   2,34   0,48%
  • IDX80 119   0,62   0,52%
  • IDXV30 139   2,23   1,63%
  • IDXQ30 130   0,46   0,36%

Inflasi naik, mengancam laba Indosat


Kamis, 20 November 2014 / 18:53 WIB
ILUSTRASI. Simak cara tepat untuk menjaga sikat gigi tetap bersih


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi Rp 2.000 per liter dapat mengerek inflasi ke tingkat yang lebih tinggi. Emiten telekomunikasi seperti PT Indosat Tbk (ISAT) merasa kondisi ini bisa mempengaruhi kinerja keuangannya.

"Meningkatnya biaya. Ini dapat menekan laba. Kalau inflasi naik 7%, kita harus tekan biaya," sebut Direktur Keuangan ISAT Curt Stefan Carlsson, Kamis, (20/11).

Direktur Utama ISAT Alexander Rusli mengatakan belanja operasional atau operational expenditure (opex) ISAT cukup besar. Ini karena adanya komponen besar tarif listrik pada operasional jaringan. Namun, pihaknya akan berusaha untuk menjaga margin di kisaran 42% sampai 44%. Sekedar informasi bahwa pada kuartal ketiga kemarin, ISAT mengalami penurunan EBITDA margin dari 44,8% menjadi 42,9%.

Lebih lanjut, Alex menyebut adanya kekhawatiran turunnya pengeluaran masyarakat untuk telekomunikasi. Menurutnya, persentase pengeluaran masyarakat Indonesia untuk telekomunikasi terbilang rendah dibanding negara regional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×