kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Inflasi naik, mengancam laba Indosat


Kamis, 20 November 2014 / 18:53 WIB
Inflasi naik, mengancam laba Indosat
ILUSTRASI. Simak cara tepat untuk menjaga sikat gigi tetap bersih


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi Rp 2.000 per liter dapat mengerek inflasi ke tingkat yang lebih tinggi. Emiten telekomunikasi seperti PT Indosat Tbk (ISAT) merasa kondisi ini bisa mempengaruhi kinerja keuangannya.

"Meningkatnya biaya. Ini dapat menekan laba. Kalau inflasi naik 7%, kita harus tekan biaya," sebut Direktur Keuangan ISAT Curt Stefan Carlsson, Kamis, (20/11).

Direktur Utama ISAT Alexander Rusli mengatakan belanja operasional atau operational expenditure (opex) ISAT cukup besar. Ini karena adanya komponen besar tarif listrik pada operasional jaringan. Namun, pihaknya akan berusaha untuk menjaga margin di kisaran 42% sampai 44%. Sekedar informasi bahwa pada kuartal ketiga kemarin, ISAT mengalami penurunan EBITDA margin dari 44,8% menjadi 42,9%.

Lebih lanjut, Alex menyebut adanya kekhawatiran turunnya pengeluaran masyarakat untuk telekomunikasi. Menurutnya, persentase pengeluaran masyarakat Indonesia untuk telekomunikasi terbilang rendah dibanding negara regional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×