Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri aset kripto di Indonesia memasuki fase yang semakin matang. Jika beberapa tahun lalu persainganlebih banyak ditentu kan kemampuan mengakuisisi pengguna baru melalui promosi dan inovasi produk, kini bergeser pada penguatan kepercayaan investor.
Tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, keamanan digital, hingga edukasi keuangan menjadi faktor yang semakin menentukan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Perubahan tersebut terjadi seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam investasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga April 2026, jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto mencapai 21,7 juta akun. Nilai transaksi Rp 22,98 triliun hingga April 2026.
Di sisi lain, jumlah investor pasar modal Indonesia telah melampaui 16 juta single investor identification (SID) pada akhir 2025. Pertumbuhan tersebut menunjukkan investasi kini semakin menjadi bagian dari perilaku finansial masyarakat Indonesia.
Co Founder & CEO Ajaib Group, Anderson Sumarli mengatakan, perubahan perilaku investor turut mengubah cara perusahaan membangun pertumbuhan. Menurut dia, kompetisi di industri investasi digital kini tidak lagi hanya berfokus pada perolehan pengguna baru, tetapi juga pada kemampuan membangun kepercayaan investor.
"Pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat dibangun di atas kepercayaan. Investor semakin kritis memilih platform yang memiliki tata kelola yang baik, keamanan kuat dan komitmen terhadap perlindungan konsumen," ujar Anderson,dalam rilis ke Kontan.co.id, Rabu (22/7).
Baca Juga: Rupiah Menguat Terbatas 0,02% pada Kamis (23/7) Pagi, Ini Sebabnya
Menurut Anderson, meningkatnya jumlah investor ritel merupakan perkembangan positif bagi pasar keuangan Indonesia. Namun, kondisi tersebut juga meningkatkan tanggung jawab seluruh pelaku industri untuk memastikan setiap inovasi tetap mengedepankan integritas, transparansi, serta perlindungan investor.
Dalam industri yang semakin dewasa, kepercayaan tidak lagi menjadi nilai tambah, melainkan prasyarat bagi keberlanjutan bisnis.
Direktur Utama PT Ajaib Sekuritas Asia, Juliana, mengatakan keamanan digital merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman berinvestasi. Menurut dia, kepercayaan investor dibangun melalui setiap interaksi dengan platform, sehingga perlindungan terhadap pengguna harus terus diperkuat.
"Ajaib terus memperkuat sistem keamanan, meningkatkan edukasi keamanan digital, serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap perlindungan platform agar setiap investor dapat berinvestasi dengan lebih aman dan percaya diri," ujar Juliana.
Upaya tersebut juga sejalan dengan tantangan sektor jasa keuangan nasional. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51%, Sedangkan tingkat literasi keuangan berada pada 66,46%.
Kondisi tersebut menunjukkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan berkembang lebih cepat dibandingkan pemahamannya.
Maka, edukasi dan perlindungan konsumen dinilai menjadi aspek penting untuk mendukung pertumbuhan industri keuangan digital yang sehat dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut turut mendapat pengakuan dari industri. Dalam ajang Anugerah Ksatria CFX 2026 yang digelar Bursa Kripto Indonesia (CFX) , Ajaib meraih Sadewa Award.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














