kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.965.000   -1.000   -0,05%
  • USD/IDR 16.680   111,00   0,66%
  • IDX 6.779   29,53   0,44%
  • KOMPAS100 980   6,42   0,66%
  • LQ45 762   4,51   0,60%
  • ISSI 215   1,19   0,56%
  • IDX30 395   2,27   0,58%
  • IDXHIDIV20 471   0,74   0,16%
  • IDX80 111   0,67   0,61%
  • IDXV30 115   0,45   0,40%
  • IDXQ30 129   0,82   0,64%

Indofood Tegaskan Tidak Ada Rencana Rights Issue


Selasa, 18 November 2008 / 11:18 WIB
Indofood Tegaskan Tidak Ada Rencana Rights Issue


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Harga saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) selama dua minggu terakhir terus merosot. Senin (17/11) kemarin harga saham INDF bahkan menyentuh harga terendah sepanjang tahun di harga Rp 920 per saham. Karena itu, berhembus kabar kalau produsen mie instan dan tepung terigu ini bakal menggelar penawaran saham baru atau rights issue.

Namun, berita terkait rencana rights issue dibantah oleh pihak manajemen. "Persero menegaskan tidak memiliki rencana untuk melakukan rights issue," tegas Thomas Tjhie, Direktur .

Rumor tersebut berhembus juga muncul dari tingkat utang dari Indofood sangat besar. Nilai utang mereka yang berbentuk yen senilai 3,22 juta yen menjadi sebuah alasan perusahaan melaksanakan rights issue. Sebab nilai tukar yen terhadap rupiah terus menguat.

Alasan lain, adalah dari tingkat utang jangka pendek perusahaan yang besar. Saat ini perusahaan mempunyai hutang per September 2008 sekitar Rp 12,5 triliun. Dimana komposisi hutangnya sekitar 55% jangka pendek. Sedangkan sisanya berbentuk hutang jangka panjang.

Padahal itu belum termasuk dalam hutang membayar Indolakto karena proses akuisisi. Sekedar catatan keseluruhan rencana akuisisi adalah sebesar US$350 juta. Werianty Setiawan, sekretaris perusahaan Indofood dalam surat elektronik menjelaskan sekitar US$150 juta akan berasal dari dana internal dan sisanya sekitar US$200 juta akan dibiayai dari pinjaman bank. "Mengenai right issue, Indofood saat ini tidak memiliki rencana untuk melakukan hal tersebut," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Negotiation Mastery

[X]
×