kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

India dan China hadapi krisis energi, harga batubara masih bisa menguat?


Rabu, 06 Oktober 2021 / 10:49 WIB
ILUSTRASI. Alat berat atau dump truck pama persada mengeruk dan membawa batubara di pertambangan PT Adaro Indonesia ditambang Tutupan Tabalong Kalimantan Selatan (19/6). Pho KONTANAchmad Fauzie/19/06/2008


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

India juga berisiko mengalami pemadaman listrik massal yang disebabkan terendamnya tambang batubara akibat hujan lebat. Curah hujan yang tinggi juga  menghambat jalan menuju lokasi pertambangan, sehingga memperlambat produksi batubara India.

Pada Juli 2021, cadangan batubara di India turun signifikan sebesar 38% secara bulanan menjadi 9,2 juta ton.

Angka tersebut merupakan tingkat cadangan batubara terendah dalam tiga tahun terakhir. Hal ini tentunya akan menjadi pendorong kenaikan permintaan batubara di tengah meningkatnya penggunaan listrik di India dari 10% menjadi 18% pada Agustus 2021.

MNC Sekuritas menyematkan rating overweight untuk sektor batubara. Rating overweight disematkan dengan beberapa pertimbangan, yakni permintaan batubara yang masih bertumbuh, kenaikan harga gas alam, serta meningkatnya permintaan jelang musim dingin membuat saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebagai pilihan utama (top picks) di sektor ini.

Selanjutnya: Tersulut harga komoditas, kinerja emiten tambang BUMN diproyeksi membaik tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×