kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.884   -6,00   -0,03%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

INCO Tancap Gas dengan Proyek-proyek Baru, Simak Rekomendasi Sahamnya


Selasa, 10 Juni 2025 / 18:02 WIB
INCO Tancap Gas dengan Proyek-proyek Baru, Simak Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/rwa. PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) tengah menggodok sejumlah proyek yang diyakini bakal menjadi katalis positif bagi kinerjanya ke depan.


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) tengah menggodok sejumlah proyek yang diyakini bakal menjadi katalis positif bagi kinerjanya ke depan. 

Di antaranya adalah langkah strategis untuk mulai menjual bijih nikel yang telah berjalan mulai kuartal I-2025. Analis Phintraco Sekuritas, Lisya Anxellin dan Valdy Kurniawan menilai langkah ini dilakukan INCO untuk memperkuat strategi komersialnya. 

Beruntung, perseroan tak salah langkah soal proyek ini. Penjualan bijih nikel sudah turut berkontribusi pada margin perseroan dengan pendapatan sebesar US$ 2,54 juta pada kuartal I-2025. 

Lisya dan Valdy bilang capaian ini turut mendorong pertumbuhan laba INCO dalam periode ini sebesar 252% secara tahunan (yoy) ke level US$ 21,80 juta.

Baca Juga: Bisnis EV Belum Berdampak ke Kinerja, Begini Rekomendasi Saham Vale Indonesia (INCO)

Di samping itu, INCO juga telah menyiapkan pengajuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025 untuk mendukung peningkatan kinerja operasional ke depannya. 

Selain soal penambangan dan pengolahan nikel di Blok Bahodopi, Equity Research Analyst BNI Sekuritas Indrawan Sitorus menyoroti persetujuan RKAB INCO terkait penjualan bijih nikel ke smelter eksternal. 

“Sudah diajukan 10 April 2025 lalu, prediksinya bisa mendapat persetujuan pada kuartal II atau III 2025,” sebut Indrawan kepada Kontan, Selasa (11/6). Indrawan bilang ini akan menjadi salah satu sentimen yang perlu diperhatikan untuk memantau kinerja INCO hingga akhir tahun nanti.

Di samping itu, INCO juga masih menjalankan proyek Indonesia Growth Project (IGP) di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako yang bakal memproduksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) pada tahun 2026–2027 mendatang. 

Lisya dan Valdy menilai, Inisiatif ini akan mendorong pertumbuhan berkelanjutan INCO dan memperkuat posisinya secara strategis dalam ekosistem industri nikel global. 

Dengan potensi tersebut, Lisya dan Valdy merekomendasikan buy untuk saham INCO, dengan target harga akhir tahun di level Rp 3.560 per saham. Sejalan, Indrawan juga merekomendasikan buy untuk saham INCO, dengan target harga Rp 4.400 per saham. 

Baca Juga: Simak Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham PTRO, BBRI, UNVR, Selasa (10/6)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×