kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Imbal Hasil Obligasi AS Sentuh 5%, S&P 500 dan Nasdaq Dekati Level Terendah


Senin, 23 Oktober 2023 / 21:57 WIB
Imbal Hasil Obligasi AS Sentuh 5%, S&P 500 dan Nasdaq Dekati Level Terendah
Trader bekerja di lantai New York Stock Exchange (NYSE) di New York City, AS, 28 September 2023. Imbal Hasil Obligasi AS Sentuh 5%, S&P 500 dan Nasdaq Dekati Level Terendah


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Pada hari Senin, S&P 500 dan Nasdaq bergerak mendekati level terendah dalam lima bulan seiring dengan naiknya imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun yang menyentuh angka penting 5%. 

Hal ini mirip dengan angka yang dicapai pada Juli 2007. Obligasi dengan tenor lain seperti 2 tahun dan 30 tahun juga mengalami peningkatan imbal hasil.

Melansir Reuters, Senin (23/10), pada pukul 09.38 waktu New York Amerika Serikat, indeks Dow Jones turun 0,62%, S&P 500 turun 0,61%, dan Nasdaq turun 0,72%. Seluruh 11 subsektor utama S&P 500 berada di zona merah.

Baca Juga: Saham Tesla Bikin Wall Street Menghijau Senin (11/9), Data Inflasi Jadi Fokus

"Kekuatan ekonomi yang berlanjut menimbulkan keraguan apakah suku bunga telah mencapai puncaknya, walaupun The Fed sepertinya mempertahankan suku bunganya," ujar kepala ekonom di Kingswood Group, Rupert Thompson.

Ia menambahkan bahwa tekanan kenaikan imbal hasil muncul karena kekhawatiran atas jumlah utang pemerintah yang harus diserap oleh pasar.

Dengan S&P 500 yang tergelincir di bawah 4.200 poin, ada kepercayaan di pasar bahwa hal ini bisa memicu penurunan lebih lanjut menuju level 4.000.

Sejauh ini, dari 86 perusahaan di S&P 500 yang telah melaporkan pendapatan untuk kuartal ketiga, 78% melampaui perkiraan analis menurut data dari LSEG. Beberapa perusahaan besar seperti Intel, Exxon Mobil, dan General Motors dijadwalkan untuk melaporkan kinerjanya minggu ini.

Baca Juga: Wall Street: S&P 500 Naik Tipis, Nasdaq Turun Jelang Pidato Powell

Kondisi Timur Tengah memanas setelah serangan Israel ke Gaza dan Lebanon. Sementara itu, laporan PDB AS yang diperkirakan tumbuh 4,2% di kuartal ketiga akan dirilis Kamis ini. 

Ini menimbulkan spekulasi tentang kebijakan moneter yang mungkin lebih ketat. Selain itu, investor akan memantau indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk September, sebagai ukuran inflasi pilihan The Fed.

Salesforce mengalami penurunan sebesar 2,3% setelah mendapatkan peringkat "netral" dari Piper Sandler. Sebaliknya, Walgreens Boots Alliance mendapatkan tambahan 1,5% setelah J.P. Morgan meningkatkan peringkatnya.

Baca Juga: Wall Street Berakhir Turun Setelah Pertumbuhan Data Pekerjaan Memicu Kekhawatiran

Chevron mengumumkan akan membeli Hess Corp dengan nilai kesepakatan US$ 53 miliar, yang mengakibatkan saham Chevron turun 3,2% sementara Hess naik 0,6%.

Saham-saham yang mengalami penurunan melebihi jumlah saham-saham yang menguat dengan rasio 5,24 banding 1 di NYSE dan rasio 2,95 banding 1 di Nasdaq. Indeks S&P mencatat 47 titik terendah baru dalam 52 minggu, sedangkan Nasdaq mencatat tujuh titik tertinggi baru dan 223 titik terendah baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×