Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Rabu (5/8/2026), sejalan dengan penguatan mayoritas bursa saham Asia.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 sebagai katalis utama pergerakan pasar.
Baca Juga: Rupiah Spot Menguat 0,46% ke Rp 17.045 per Dolar AS pada Rabu (5/8) Pagi
Mengutip data RTI pada pukul 09.11 WIB, IHSG naik 0,32% atau 20,36 poin ke level 6.339,97. Sebanyak 319 saham menguat, 169 saham melemah, dan 187 saham bergerak stagnan.
Total volume perdagangan mencapai 4,7 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 2 triliun.
Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas indeks sektoral. Sebanyak 10 sektor berada di zona hijau, dengan kenaikan terbesar dicatat oleh IDX Technology sebesar 1,53%, diikuti IDX Basic Materials yang naik 1,38%, serta IDX Consumer Cyclicals yang menguat 1,06%.
Baca Juga: Bursa Asia Melonjak Rabu (5/8) Ikuti Rekor Wall Street, Harga Minyak Terus Melemah
Di jajaran saham LQ45, penguatan terbesar dibukukan oleh:
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang naik 2,89% ke Rp 1.955.
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menguat 2,77% ke Rp 2.970.
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang bertambah 2,38% ke Rp 172.
Sementara itu, saham-saham yang menjadi pemberat di indeks LQ45 meliputi:
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang turun 2,92% ke Rp 1.330.
- PT Astra International Tbk (ASII) yang melemah 1,46% ke Rp 5.050.
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang terkoreksi 1,43% ke Rp 2.750.
Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (5/8): Turun Rp 4.000 Jadi Rp 2.599.000 Per Gram
Sentimen positif di pasar domestik ditopang oleh optimisme terhadap musim laporan keuangan semester I-2026 yang menunjukkan kinerja solid, terutama dari emiten sektor perbankan dan komoditas.
Selain itu, kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik mulai mereda setelah muncul perkembangan positif dalam perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026 yang diperkirakan tumbuh 5,3% secara tahunan (year on year/YoY).
Pasar juga akan mencermati kelanjutan musim laporan keuangan emiten serta rencana pemerintah menambah injeksi dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke sektor perbankan guna menjaga likuiditas dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham bergerak menguat pada perdagangan Rabu (5/8). Mengutip Reuters, sentimen positif didorong oleh penguatan saham-saham teknologi setelah musim laporan keuangan yang solid membawa indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor tertinggi.
Baca Juga: Daftar Saham PER Terendah & Tertinggi LQ45 (4 Agustus 2026), INDY dan MDKA Disorot
Di sisi lain, harga minyak dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS melemah seiring meningkatnya harapan atas kemajuan negosiasi pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 3%, sementara indeks Kospi Korea Selatan menguat 3,4%, melanjutkan pergerakan yang volatil dalam beberapa hari terakhir. Adapun indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 1,5%, mencerminkan membaiknya sentimen investor di kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
