kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.842   -27,00   -0,15%
  • IDX 6.130   -42,40   -0,69%
  • KOMPAS100 808   -10,04   -1,23%
  • LQ45 610   -7,12   -1,15%
  • ISSI 211   -0,64   -0,30%
  • IDX30 346   -3,43   -0,98%
  • IDXHIDIV20 422   -4,88   -1,14%
  • IDX80 92   -1,18   -1,26%
  • IDXV30 114   -0,77   -0,67%
  • IDXQ30 110   -1,53   -1,38%

Pelemahan Berlanjut, Kebijakan AS Pemicu Utama Tekanan pada Yen Jepang (JPY)


Jumat, 19 Juni 2026 / 09:41 WIB
Pelemahan Berlanjut, Kebijakan AS Pemicu Utama Tekanan pada Yen Jepang (JPY)
ILUSTRASI. New-Japan-Yen-s-Bills (Masahiro Sugimoto/The Yomiuri Shimbun via Reuters)


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yen Jepang (JPY) melemah di bawah 161 per dolar AS pada hari Jumat (19/6). JPY jatuh ke level terendah sejak Juli 2024 meskipun ada intervensi  baru dari otoritas Jepang. 

Seperti dikutip Trading Economics, Jumat (19/6), Sekretaris Kabinet Utama Minoru Kihara mengatakan pada hari Kamis, pemerintah tetap siap untuk menanggapi pergerakan mata uang yang berlebihan jika diperlukan. 

Yen kini telah menghapus semua keuntungan yang tercatat pada 30 April, ketika otoritas melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk mendukung mata uang tersebut. 

Penurunan terbaru ini terjadi meskipun ada siklus pengetatan bertahap dari Bank Sentral Jepang, termasuk kenaikan suku bunga 25 basis poin menjadi 1% awal pekan ini yang bertujuan untuk mengatasi guncangan inflasi yang didorong oleh sektor energi yang terkait dengan konflik Timur Tengah. 

Dolar juga menguat setelah keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga sambil memberi sinyal peningkatan dukungan untuk kenaikan suku bunga tambahan di akhir tahun ini. Perbedaan kebijakan yang semakin lebar antara Jepang dan AS terus membebani mata uang Jepang.

Wakil Gubernur Bank of Japan (BoJ) Ryozo Himino mengatakan pada hari Jumat bahwa Bank Sentral Jepang akan terus menaikkan suku bunga sambil memantau dengan cermat risiko inflasi inti yang dapat melebihi target 2%.

"Ada risiko inflasi inti dapat menanjak ke atas dari target kami," kata Himino kepada parlemen, menjelaskan keputusan bank sentral untuk menaikkan suku bunga kebijakannya menjadi 1% awal pekan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×