kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IHSG terkena demam corona, simak rekomendasi dari tiga analis ini


Senin, 02 Maret 2020 / 20:18 WIB
ILUSTRASI. Karyawan menggunakan masker melintas di depan papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (2/3). Sentimen virus corona kembali menyengat IHSG yang melemah 1,68% ke level 5.361,246 pada hari Senin (2/3) ini./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

Senada, Analis Panin Sekuritas William Hartanto juga menyarankan agar investor wait and see dalam kondisi saat ini. William bilang, investor mulai bisa melirik emas sebagai safe haven untuk jangka pendek.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu justru menilai ada beberapa sektor yang berpotensi menguat di tengah pelemahan indeks. Dessy bilang, saham-saham defensif tersebut adalah sektor fast moving consumer goods (FMCG), farmasi, rumah sakit, dan tambang logam (metal mining).

Baca Juga: Hentikan sementara transaksi short selling, BEI: Ini intervensi yang paling minim

Adapun saham-saham yang bisa dicermati adalah saham PT Indofood Sukes Makmur Tbk (INDF), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Dus, strategi yang bisa dilakukan adalah melakukan akumulasi beli dengan memanfaatkan pelemahan indeks saat ini.

Baca Juga: Pengumuman pasien positif virus corona membuat IHSG kembali longsor ke 5.361,246

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×