kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

IHSG terkena demam corona, simak rekomendasi dari tiga analis ini


Senin, 02 Maret 2020 / 20:18 WIB
ILUSTRASI. Karyawan menggunakan masker melintas di depan papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (2/3). Sentimen virus corona kembali menyengat IHSG yang melemah 1,68% ke level 5.361,246 pada hari Senin (2/3) ini./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

Senada, Analis Panin Sekuritas William Hartanto juga menyarankan agar investor wait and see dalam kondisi saat ini. William bilang, investor mulai bisa melirik emas sebagai safe haven untuk jangka pendek.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu justru menilai ada beberapa sektor yang berpotensi menguat di tengah pelemahan indeks. Dessy bilang, saham-saham defensif tersebut adalah sektor fast moving consumer goods (FMCG), farmasi, rumah sakit, dan tambang logam (metal mining).

Baca Juga: Hentikan sementara transaksi short selling, BEI: Ini intervensi yang paling minim

Adapun saham-saham yang bisa dicermati adalah saham PT Indofood Sukes Makmur Tbk (INDF), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Dus, strategi yang bisa dilakukan adalah melakukan akumulasi beli dengan memanfaatkan pelemahan indeks saat ini.

Baca Juga: Pengumuman pasien positif virus corona membuat IHSG kembali longsor ke 5.361,246

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×