kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Wall Street Dibuka Turun, Saham AI Tertekan dan Operator Telekomunikasi Anjlok


Jumat, 23 Oktober 2026 / 21:05 WIB
Wall Street Dibuka Turun, Saham AI Tertekan dan Operator Telekomunikasi Anjlok
ILUSTRASI. Wall Street - Bursa AS (REUTERS/Andrew Kelly)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada Jumat (23/10/2026), setelah aksi jual saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) kembali menekan pasar.

Saham perusahaan telekomunikasi juga merosot akibat kekhawatiran persaingan dari SpaceX dapat menggerus pangsa pasar operator seluler.

Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average turun 171,3 poin atau 0,32% ke level 52.696,7. Indeks S&P 500 melemah 0,34% ke 7.637,18, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 0,44% ke 25.893,953.

Baca Juga: Indofood Sukses Makmur (INDF) Akan Gelar Buyback Saham, Siapkan Dana Rp 750 Miliar

Tekanan terutama terlihat pada saham operator telekomunikasi. AT&T, Verizon Communications, dan T-Mobile masing-masing turun sekitar 5% dalam perdagangan premarket setelah muncul laporan bahwa SpaceX tengah berunding dengan perusahaan infrastruktur seluler untuk meluncurkan layanan operator nirkabel berskala nasional.

Sebaliknya, saham perusahaan menara telekomunikasi justru menguat. Crown Castle naik 10,5% dan American Tower menguat 7,3%. Saham SpaceX juga bertambah 2,1%.

Pergerakan tersebut mencerminkan kekhawatiran investor terhadap perubahan peta persaingan industri telekomunikasi AS, seiring potensi masuknya SpaceX ke bisnis layanan nirkabel nasional.

Di sektor teknologi, pergerakan saham terkait AI masih bergejolak sepanjang Oktober. Saham-saham tersebut sebelumnya tertekan akibat kekhawatiran terhadap beban utang CoreWeave dan tingginya biaya pendanaan investasi AI.

Baca Juga: London Sumatra (LSIP) Bakal Buyback Saham Maksimal Rp 750 Miliar

Pasar sempat pulih pada Rabu setelah kinerja SpaceX dan Super Micro Computer memberikan sentimen positif.

Namun, penguatan itu berbalik pada Kamis. Nasdaq merosot hampir 3%, dengan tekanan semakin besar setelah saham Meta Platforms anjlok hampir 8%.

Perusahaan induk Facebook tersebut melaporkan arus kas keluar untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, di tengah kekhawatiran atas besarnya belanja terkait AI.

Pada perdagangan prapasar Jumat, saham CoreWeave turun 1,1%, sementara pergerakan saham kelompok Magnificent Seven cenderung terbatas. Saham Meta kembali melemah 0,9%.

Chief Investment Officer Bokeh Capital Partners Kim Forrest menilai aksi jual saat ini cenderung berlebihan dalam jangka pendek dan belum tentu mencerminkan perubahan fundamental bisnis.

“Ini merupakan periode jangka pendek ketika aksi jual berlangsung ekstrem, dan saya tidak melihat alasan fundamental untuk itu,” ujar Forrest.

Baca Juga: IHSG Menguat 4,90% dalam Sepekan, Simak Proyeksi Pekan Depan

Menurut dia, investasi AI masih berada pada tahap awal dari siklus pertumbuhan jangka panjang. Investor sebelumnya dinilai terlalu berharap bahwa perkembangan industri tersebut akan berlangsung dalam waktu yang lebih singkat.

Pelaku pasar kini mencermati laporan keuangan perusahaan teknologi besar, termasuk Microsoft, Alphabet, dan Amazon, yang dijadwalkan terbit pekan depan. Kinerja dan prospek belanja AI perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi memengaruhi arah saham teknologi selanjutnya.

Sentimen pasar juga dibayangi kenaikan harga minyak mentah Brent yang bertahan di dekat level tertinggi lebih dari lima bulan akibat kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah. Kondisi ini menambah risiko inflasi menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed) pekan depan.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya. Ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan ini juga menurun setelah sejumlah pejabat The Fed mengisyaratkan belum perlunya langkah tersebut dalam waktu dekat.

Baca Juga: Rupiah Kalah Perkasa dari SGD dan Ringgit, Ini Biang Keroknya

Investor turut menantikan rilis final indeks sentimen konsumen University of Michigan pada Jumat untuk memperoleh petunjuk mengenai kondisi ekonomi dan perilaku konsumen AS.

Di tengah gejolak saham teknologi, indeks Nasdaq berada di jalur penurunan mingguan. Sementara itu, S&P 500 dan Dow Jones masih berpeluang mencatatkan kenaikan mingguan, ditopang penguatan sektor defensif ketika investor mengurangi eksposur terhadap saham teknologi yang volatil.

Dari sisi kinerja emiten, proyeksi pertumbuhan laba kuartal III-2026 perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 meningkat menjadi 32,3%, dari perkiraan sebelumnya sebesar 30,7%, berdasarkan data LSEG.

Sejumlah saham bergerak beragam dalam perdagangan prapasar. American Express menurunkan harga sahamnya sekitar 2% meskipun menaikkan proyeksi laba 2026 setelah membukukan hasil kuartal III yang kuat.

Saham perusahaan jasa ladang minyak SLB naik 2,1% setelah laba kuartal III melampaui perkiraan Wall Street. Sebaliknya, saham produsen emas Newmont turun 1,7% setelah perusahaan memperingatkan biaya per unit produksi berpotensi meningkat pada 2027.

Saham Bloom Energy juga melemah 4% meskipun perusahaan energi tersebut menaikkan proyeksi kinerja untuk tahun fiskal 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×