Penulis: Bimo Adi Kresnomurti | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Cek profil saham PACK yang segera right issue. PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) menjadi salah satu emiten yang melakukan perubahan strategi bisnis dari industri kemasan menuju investasi dan pertambangan nikel.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, perseroan menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue senilai Rp8,20 triliun.
Aksi korporasi ini menjadi bagian penting dari strategi PACK dalam mengembangkan bisnis investasi dan memperluas keterlibatan perusahaan pada rantai usaha nikel.
Setelah sebelumnya menghimpun dana melalui PMHMETD I, langkah pendanaan lanjutan tersebut perlu dicermati investor, terutama dari sisi tujuan penggunaan dana, potensi penambahan saham beredar, dan kontribusinya terhadap kinerja keuangan.
Mengutip data IPOT, saham PACK menghijau dengan naik 9,78% ke Rp404/saham pada sesi 1 Jumat (23/10). Adapun, hitungan sepekan terakhir PACK telah naik rentang 24%.
Lalu, seperti apa profil dari emiten ini? Cek informasi menarik dari saham PACK.
Baca Juga: BUVA Right Issue Rp1,54 Triliun, Intip Profil Emiten Properti dan Real Estate Ini
Profil perusahaan dan kode saham PACK
PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham PACK sejak 8 Februari 2023. Perusahaan ini sebelumnya bernama PT Solusi Kemasan Digital Tbk dan menjalankan bisnis kemasan plastik sebelum mengubah arah usaha menjadi perusahaan induk investasi.
Berdasarkan informasi perusahaan, PACK kini memusatkan strategi pada sektor perdagangan dan pertambangan nikel melalui entitas anak dan perusahaan asosiasi. Perubahan nama menjadi PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk dilakukan pada Desember 2024, sedangkan bisnis kemasannya didivestasikan pada Juni 2025.
Dengan demikian, kegiatan usaha PACK saat ini lebih berorientasi pada pengelolaan investasi dan pengembangan bisnis mineral.
Baca Juga: Segera Right Issue dan Akuisisi TCP, Cek Profil Emiten MEJA dan Kinerja Terbarunya
Lini bisnis dan strategi ekspansi PACK
Sebagai perusahaan induk, PACK menjalankan fungsi pengawasan, koordinasi, serta pengelolaan investasi dalam grup. Kegiatan operasional di sektor nikel dilakukan melalui entitas anak dan perusahaan terkait.
Beberapa fokus bisnis PACK meliputi:
- Perdagangan bijih nikel. Bisnis ini menjadi sumber pendapatan operasional perusahaan setelah perubahan fokus usaha dari kemasan plastik.
- Investasi di sektor pertambangan nikel. PACK menyalurkan modal melalui entitas anak untuk mendukung kepemilikan dan pengembangan aset usaha yang berhubungan dengan nikel.
- Pengelolaan perusahaan anak dan asosiasi. Perusahaan menjalankan fungsi holding, termasuk mengawasi strategi korporasi dan kinerja keuangan entitas dalam grup.
Transformasi tersebut memperbesar eksposur PACK terhadap industri nikel. Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada kemampuan perusahaan terkait menjalankan operasional, mengelola biaya, dan menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Segera Right Issue dan Inbreng Saham, Cek Profil Emiten LAPD dan Kinerja Terkini
Rights issue PACK Rp8,20 triliun melalui PMHMETD II
Untuk mendanai ekspansi bisnis nikel, PACK menggelar PMHMETD II dengan nilai Rp8,20 triliun. Melalui mekanisme rights issue, perusahaan menawarkan hak kepada pemegang saham lama untuk mengambil bagian dalam penambahan modal sesuai ketentuan yang ditetapkan dalam prospektus.
Aksi korporasi ini perlu dibedakan dari PMHMETD I yang telah dilaksanakan sebelumnya. Pada PMHMETD I, PACK menghimpun dana bruto sekitar Rp3,26 triliun atau dana bersih sekitar Rp3,25 triliun setelah dikurangi biaya penawaran.
Dana tersebut digunakan untuk investasi melalui entitas anak, termasuk pembayaran transaksi saham Karyatama Konawe Utara dan Konutara Sejati. Informasi pelaksanaan PMHMETD I tercatat dalam pengumuman KSEI.
Sementara itu, PMHMETD II senilai Rp8,20 triliun merupakan aksi korporasi berbeda yang berkaitan dengan kebutuhan pendanaan ekspansi berikutnya. Nilai Rp8,20 triliun tidak boleh dicampur dengan dana PMHMETD I yang telah terealisasi.
Untuk mengetahui besaran saham baru, harga pelaksanaan, rasio HMETD, jadwal, pembeli siaga, dan rincian penggunaan dana PMHMETD II, investor perlu mengacu pada prospektus serta keterbukaan informasi resmi untuk aksi korporasi tersebut.
Baca Juga: DMAS Tebar Dividen Interim Rp1,4 Triliun, Intip Profil Emiten Properti dan Kinerjanya
Kinerja keuangan PACK semester I 2026
Mengutup data BEI, PACK membukukan peningkatan pendapatan dan berbalik mencatatkan laba bersih pada semester I 2026. Namun, sumber laba perlu diperhatikan karena sebagian besar laba berasal dari bagian keuntungan entitas asosiasi, bukan semata-mata dari margin penjualan bijih nikel.
Berikut ringkasan kinerja keuangan PACK per 30 Juni 2026.
| Indikator | Semester I 2026 |
|---|---|
| Pendapatan bersih | Rp213,00 miliar |
| Beban pokok penjualan | Rp206,65 miliar |
| Laba bruto | Rp6,35 miliar |
| Laba usaha | Rugi Rp12,3 miliar |
| Bagian laba bersih entitas asosiasi | Rp202,84 miliar |
| Laba bersih | Rp190,74 miliar |
| Total aset | Rp5,27 triliun |
| Total liabilitas | Rp73,91 miliar |
| Total ekuitas | Rp5,19 triliun |
Demikian informasi mengenai saham PACK yang segera right issue Rp8,2 Triliun.
Tonton: Prabowo Sentil Ketimpangan Ekonomi: Selama Ini Dinikmati Kurang dari 1% Elite!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














