kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.200   15,00   0,08%
  • IDX 5.195   -70,67   -1,34%
  • KOMPAS100 672   -10,28   -1,51%
  • LQ45 525   -7,54   -1,42%
  • ISSI 176   -2,72   -1,52%
  • IDX30 295   -5,08   -1,70%
  • IDXHIDIV20 393   -6,85   -1,72%
  • IDX80 77   -1,22   -1,55%
  • IDXV30 110   -1,60   -1,44%
  • IDXQ30 99   -1,64   -1,63%

Kembali Caplok Tambang Mineral di Australia, Simak Rekomendasi BUMI


Selasa, 27 Oktober 2026 / 07:11 WIB
Kembali Caplok Tambang Mineral di Australia, Simak Rekomendasi BUMI
ILUSTRASI. Pertambangan batubara Kaltim Prima Coal, anak usaha BUMI (KONTAN/Cheppy A.Muchlis)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Dimas Andi Shadewo

JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali berekspansi di luar negeri. Kali ini melalui akuisisi 100% saham Mount Margaret Mining Pty Ltd, perusahaan tambang asal Australia, senilai US$ 22,01 juta pada 23 Oktober lalu. Aksi akuisisi ini dieksekusi BUMI lewat anak usahanya, Bumi Resources Australia Pty Ltd.

Direktur BUMI, R.A. Sri Dharmayanti menjelaskan, transaksi ini merupakan langkah strategis BUMI dan bagian dari program diversifikasi bisnis di luar segmen batubara. "Transaksi akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha dan memberi nilai tambah bagi pemegang saham perusahaan," tulis dia dalam keterbukaan informasi, Senin (26/10).

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, Mount Margaret memiliki potensi sumber daya tembaga dan emas.

Berdasarkan data yang dipublikasikan sebelumnya, tambang Mount Margarte memiliki sumber daya sekitar 13 juta ton bijih dengan kadar tembaga rata-rata 0,78% dan emas 0,24 gram per ton.

Namun, keberadaan sumber daya mineral tidak serta-merta mencerminkan cadangan yang terbukti ekonomis untuk ditambang. Kontribusi terhadap pendapatan dan laba BUMI masih bergantung pada hasil kajian kelayakan, kebutuhan investasi, kapasitas produksi, biaya pengolahan, serta harga komoditas.

"Dampak finansialnya kemungkinan lebih relevan dinilai dalam jangka menengah hingga panjang, bukan langsung setelah akuisisi," ujar dia, Senin (26/10).

Terlepas itu, akuisisi Mount Margaret tetap penting bagi BUMI yang sedang memperluas portofolio bisnis sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap batubara. Sebelumnya, BUMI juga telah mengakuisisi Loyal Metals senilai AUD 79,07 juta pada September 2026 serta akuisisi aset-aset lain di Australia.

Senada, Research Analyst Bumiputera Sekuritas, Muhammad Thoriq Fadilla menilai, akuisisi Mount Margaret akan memperkuat transformasi BUMI, dari perusahaan berbasis batubara menuju grup pertambangan dengan portofolio mineral yang lebih beragam. Apalagi, prospek permintaan mineral seperti tembaga dalam jangka panjang cukup solid karena ditopang oleh kebutuhan elektrifikasi hingga infrastruktur energi yang tinggi.

Di sisi lain, Thoriq menyoroti kondisi arus kas dan liabilitas BUMI. Arus kas operasi BUMI pada semester I-2026 tercatat minus US$ 64,84 juta. Sedangkan total liabilitas meningkat 23,4% menjadi US$ 1,64 miliar. Pengelolaan likuiditas dan pendanaan BUMI perlu dicermati agar ekspansi tidak menambah tekanan terhadap arus kas.

Thoriq merekomendasi selective buy saham BUMI di area Rp 139–Rp 140 per saham. Target harga di rentang Rp 146–Rp 158 per saham serta stop loss di bawah level Rp 135 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×