kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.147   50,00   0,28%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

5 Saham Pembayar Dividen Masuk Cum Date Mulai Hari Ini, Yield Tembus 13%


Selasa, 27 Oktober 2026 / 05:50 WIB
5 Saham Pembayar Dividen Masuk Cum Date Mulai Hari Ini, Yield Tembus 13%
ILUSTRASI. 5 Saham Pembayar Dividen Masuk Cum Date Mulai Hari Ini, Yield Tembus 13%


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor yang memburu pendapatan dividen dapat mencermati lima saham yang memiliki jadwal pembagian dividen pada akhir Oktober hingga awal November 2026. Lima saham pembagi dividen tersebut memasuki cum date mulai hari ini, Selasa 27 Oktober 2026.

Cum date adalah periode akhir suatu saham mengandung hak pembayaran dividen. Investor yang ingin mendapatkan dividen harus membeli saham tersebut paling lambat saat cum date.

Kelima emiten tersebut adalah PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO), PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO). 

Berikut besaran dividen per saham dan tanggal cum dividen kelima emiten tersebut:

Kode saham Dividen per saham Cum dividen
SCMA Rp 8,4 27 Oktober 2026
DMAS Rp 29 28 Oktober 2026
AXIO Rp 8 28 Oktober 2026
TSPC Rp 75 30 Oktober 2026
SIDO Rp 10 2 November 2026

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai kelima saham tersebut memiliki karakteristik yang berbeda bagi investor. DMAS menjadi salah satu saham yang menarik perhatian karena potensi imbal hasil dividen atau dividend yield yang atraktif.

Pada perdagangan Senin 26 Oktober 2026 ditutup di Rp 210, turun 4 poin atau 1,87% secara harian. Dengan harga tersebut, yield dividen saham DMAS mencapai 13,8%, 4x lipat di atas suku bunga deposito di Bank BCA yang saat ini hanya 3% per tahun.

Daya tarik DMAS juga ditopang kondisi keuangan yang sehat serta pemulihan marketing sales kawasan industri, terutama untuk memenuhi kebutuhan pusat data atau data center.

Sementara itu, TSPC dan SIDO dapat dipertimbangkan oleh investor yang mengutamakan saham defensif. Kedua emiten tersebut dinilai memiliki konsistensi profitabilitas dan rasio pembagian dividen atau payout ratio yang tinggi.

Adapun AXIO dan SCMA menawarkan peluang investasi yang lebih taktis, seiring prospek belanja perangkat teknologi informasi dan perkembangan industri media.

“Dari kelima emiten yang membagikan dividen menjelang akhir Oktober hingga awal November 2026, DMAS menjadi pilihan paling menarik bagi pemburu dividen karena menawarkan estimasi dividend yield paling atraktif,” ujar Nafan kepada Kontan, Senin (26/10/2026).

Menurut dia, DMAS juga memiliki fondasi keuangan yang sehat tanpa beban utang signifikan serta didukung tren pemulihan penjualan kawasan industri untuk kebutuhan data center.

Baca Juga: Saham Bank Anjlok hingga 59% pada 2026, Apakah Bisa Pulih? Cek Rekomendasi Analis

Waspadai risiko penurunan harga setelah ex-dividen

Meski menawarkan potensi pendapatan tambahan, saham yang membagikan dividen tetap memiliki risiko investasi. Salah satunya adalah penurunan harga saham setelah memasuki periode ex-dividen.

Koreksi harga tersebut berpotensi mengurangi keuntungan yang diperoleh investor dari pembayaran dividen, terutama jika penurunan harga lebih besar daripada nilai dividen yang diterima.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Nafan menyarankan investor menerapkan strategi *buy on weakness*, yakni membeli saham ketika harga melemah, dengan tetap mempertimbangkan fundamental dan valuasi emiten.

Investor juga perlu menghindari pembelian secara impulsif ketika harga saham telah naik tajam menjelang tanggal cum dividen.

“Pemantauan pergerakan teknikal juga sangat krusial. Jika capital gain yang terbentuk menjelang cum date sudah melebihi besaran yield dividen yang akan diterima, merealisasikan keuntungan sebagian dapat menjadi langkah yang lebih bijak,” jelas Nafan.

Bagi investor berorientasi jangka panjang, koreksi harga pada hari ex-dividen juga dapat menjadi kesempatan untuk mengakumulasi saham perusahaan dengan fundamental kuat. Namun, keputusan tersebut tetap perlu mempertimbangkan prospek bisnis dan kewajaran valuasi saham.

Tonton: IHSG Terus Memerah Hari Ini (26 Oktober 2026)

Perhatikan dividend yield dan fundamental emiten

Selain jadwal dan besaran dividen, investor perlu membandingkan dividend yield dengan tingkat volatilitas harga saham. Langkah ini penting agar potensi pendapatan dividen tidak tergerus oleh risiko penurunan harga.

Konsistensi pembagian dividen yang bersumber dari laba operasional berulang juga menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan. Emiten dengan kemampuan menghasilkan laba dan arus kas secara berkelanjutan cenderung memiliki ruang lebih baik untuk mempertahankan pembagian dividen.

Di samping itu, likuiditas perdagangan perlu menjadi pertimbangan agar investor dapat melakukan transaksi dengan lebih leluasa.

Nafan menambahkan, investor sebaiknya mencermati arah arus modal asing dan perkembangan sentimen makroekonomi domestik menjelang pergantian bulan.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, investor dapat menilai peluang saham pembagi dividen secara lebih menyeluruh, tidak hanya berdasarkan besaran dividen yang akan diterima, tetapi juga potensi keuntungan dan risiko pergerakan harga saham.




 

Merger Garuda dan Pelita Air Molor, Ini Alasan Danantara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×