kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.568   15,00   0,09%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IHSG pekan ini masih rawan koreksi


Senin, 18 Mei 2015 / 06:56 WIB
ILUSTRASI. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo memberikan keterangan pers di Kantor Presiden usai rapat terbatas, Senin (17/5). 


Reporter: Benedictus Bina Naratama | Editor: Uji Agung Santosa

JudulJAKARTA. Bursa saham domestik masih rawan koreksi pada pekan ini. Penurunan pertumbuhan domestik bruto (PDB) bisa menjadi sentimen negatif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Akhir pekan lalu, IHSG juga ditutup turun 0,36% menjadi 5.227,1. Pergerakan ini berlawanan dengan bursa saham Asia yang menguat 0,77% ke level 153,29.

Analis MNC Securities Wijen Pontus menilai, pelonggaran kebijakan rasio pinjaman terhadap nilai aset alias loan to value (LTV) pada properti dan otomotif, sejatinya menjadi sentimen bagus bagi bursa. Namun, sepekan terakhir, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih alias net sell senilai Rp 992,8 miliar.

Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, pekan lalu, sektor perbankan terkoreksi paling tajam, karena pelaku pasar menunggu pengumuman suku bunga Bank Indonesia atau BI rate. “IHSG ditutup turun meskipun ada beberapa data ekonomi domestik yang cukup baik,” jelasnya.

Menurut Lanjar, koreksi IHSG bisa berlanjut pekan ini. Pasalnya, sentimen negatif masih membayangi pasar setelah pertumbuhan PDB kuartal I-2015 turun menjadi 4,7%, dibandingkan kuartal sebelumnya yang 5,01%.

Prediksi Lanjar, hari ini, IHSG berpotensi terkoreksi di kisaran 5.170-5.250. Wijen juga menduga, bursa saham domestik akan tertekan dengan pergerakan IHSG antara 5.150-5.300.

Namun, Reza Priyambada, analis NH Korindo Securities, melihat, ada peluang IHSG bangkit pada awal pekan ini. Indeks bisa tertopang sentimen Rapat dewan Gubernur BI pada 19 Mei nanti. Rapat itu akan menetapkan kebijakan suku bunga acuan yang kepastiannya sedang ditunggu pasar.

Reza memperkirakan, IHSG bisa bergerak menguat di kisaran 5.150-5.275.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×