kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS957.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.52%
  • RD.CAMPURAN -0.63%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

IHSG menguat 41,69% dari level terendah tahun ini, cermati rekomendasi saham berikut


Selasa, 24 November 2020 / 06:15 WIB
IHSG menguat 41,69% dari level terendah tahun ini, cermati rekomendasi saham berikut


Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi salah satu indeks di bursa Asia yang mengalami pemulihan yang cepat. Mengutip data dari Bloomberg, IHSG menyentuh level terendahnya di 3.937,63 pada 23 Maret 2020. IHSG mampu meningkat 41,69% dari level terendah tersebut ke 5.652,76 hingga Senin (23/11). 

Selain IHSG, ada juga indeks bursa lain seperti indeks PSEi Filipina yang menguat 55,27% sejak level terendahnya di 4.623,42 pada 19 Maret 2020. Tidak ketinggalan indeks KOSPI Korea Selatan yang juga terkerek 78,55% sejak level terendahnya di 1.457 pada 19 Maret 2020. 

Senior Vice President Research Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial mengamati, indeks-indeks itu naik cepat karena menurun dalam selama Maret 2020 hingga akhir kuartal II 2020.  "Jadi yang paling lagging di awal jadi ngebut gain-nya di kuartal III 2020 hingga sekarang," kata Janson kepada Kontan.co.id, Senin (23/11). 

Dia menambahkan, penguatan tersebut terdorong pemulihan permintaan. Ini tercermin dari produk domestik bruto (PDB) di kuartal ketiga 2020 yang bertumbuh secara kuartalan. Adapun kinerja keuangan hingga kuartal ketiga 2020 ini juga cenderung meningkat secara kuartalan. 

Baca Juga: IHSG ditutup menguat terdorong optimisme pemulihan ekonomi

Ke depan, IHSG masih memiliki peluang untuk menguat ke level sekitar 5.650 hingga 5.700  hingga akhir tahun 2020. "Didorong oleh window dressing Desember 2020 serta ekspektasi pemulihan earnings di 2021," ujar Janson. 

aju penguatan bursa juga terpacu kemenangan Joe Biden dalam pemilhan umum presiden Amerika Serikat (AS). Kemenangan Biden menguntungkan saham-saham negara Asia Pasifik karena presiden baru itu cenderung memiliki kebijakan luar negeri yang lebih bersahabat.

Menurut Janson, kebijakan luar neger yang lebih terarah dan meredanya perang dagang antara China dan AS bisa menjadi sentimen positif bagi pasar. Adapun meredanya ketegangan antara China dan AS itu bisa terjadi karena Joe Biden cenderung mengutamakan diplomasi multilateral.

Baca Juga: Pelaku pasar khawatir peningkatan kasus covid-19 di AS, rupiah menguat

Di sisi lain, performa IHSG yang membaik juga terpacu arus deras modal asing yang masuk dan perkembangan vaksin Covid-19 hingga akhir tahun. Melihat kondisi saat ini, Janson menyarankan investor untuk buy on weakness ketika IHSG mengalami koreksi sehat di kisaran level 5.320 hingga 5.350.

Adapun beberapa saham yang disarankan buy on weakness adalah saham-saham perbankan, seperti BBRI di harga Rp 3.920 dengan target harga Rp 4.600, BBNI di harga Rp 5.500 hingga Rp 6.000, dan BMRI di harga Rp 5.800 hingga Rp 7.000 per saham. 

Janson juga merekomendasikan buy on weakness saham TLKM di harga Rp 3.100 dengan target harga Rp 3.800, EXCL di harga Rp 2.250 dengan target harga Rp 2.800, dan INCO di harga Rp 4.200 dengan target harga Rp 4.800. 

Baca Juga: Batubara menyentuh harga tertinggi 2020, begini prospek selanjutnya

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×