Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor asing justru melepas saham Indonesia dalam jumlah besar saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak pada perdagangan Jumat (14/8/2026).
Di tengah perhatian pasar terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai asumsi dasar ekonomi makro 2027, asing mencatatkan net sell jumbo Rp 1,03 triliun di seluruh pasar.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG melesat 1,59% ke level 6.401,88 pada akhir perdagangan Jumat.
Namun, penguatan tersebut belum mampu mengangkat kinerja IHSG secara mingguan yang masih turun tipis 0,12%.
Baca Juga: Asing Net Sell Rp 3,27 Triliun Sepekan Terakhir, Cermati Saham yang Banyak Diljual
Aksi jual asing menjadi kontras dengan penguatan pasar yang terjadi secara menyeluruh.
Seluruh indeks sektoral BEI ditutup di zona hijau, dengan sektor kesehatan mencatat kenaikan terbesar, disusul properti dan real estat, energi, infrastruktur, barang konsumer primer, serta barang konsumer nonprimer.
Nilai transaksi saham pada perdagangan Jumat mencapai Rp 12,44 triliun dengan volume 32,45 miliar saham. Sebanyak 334 saham menguat, 268 saham melemah, dan 191 saham stagnan.
Di tengah aksi jual jumbo tersebut, investor asing masih memburu sejumlah saham. Pembelian terbesar tercatat pada PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp 109,99 miliar, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 93,8 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 62,03 miliar.
Saham lain yang mencatat net buy asing adalah PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 19,14 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 19,01 miliar, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Rp 15,08 miliar, PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp 10,66 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 10,22 miliar, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp 9,86 miliar, dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp 6,04 miliar.
Baca Juga: Asing Net Sell Rp 1,1 Triliun, Cermati Saham yang Banyak Dijual Asing di Awal Pekan
Sebaliknya, tekanan jual asing paling besar mengarah ke PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebesar Rp 393,13 miliar. Berikutnya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 265,45 miliar dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 127,89 miliar.
Asing juga melepas PT Indosat Tbk (ISAT) Rp 85,26 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 61,89 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 53,16 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 44,15 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 32,58 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 28,88 miliar, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 25,63 miliar.
Dengan demikian, lonjakan IHSG pada Jumat belum sepenuhnya mencerminkan masuknya dana asing ke pasar saham Indonesia. Penguatan indeks justru berlangsung bersamaan dengan aksi ambil untung atau reposisi portofolio investor asing dalam skala besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
