Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin memperketat proses seleksi perusahaan yang berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas perusahaan yang masuk ke pasar modal Indonesia.
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan, pengetatan proses seleksi tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah calon emiten yang tidak lolos proses evaluasi. Saat ini, tingkat penolakan terhadap perusahaan yang mengajukan IPO telah meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya.
"Berdasarkan data, ada peningkatan jumlah emiten yang kami tolak. Dari sekitar 20%-30% menjadi sekitar 60%. Jadi dua kali lipat perusahaan-perusahaan yang mengajukan untuk IPO itu kami tolak, semata-mata kami ingin meningkatkan kualitas dari emiten-emiten kami" kata Iding dalam acara Kompas100 Rebalancing Breakfast di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Baca Juga: Deretan Emiten Ini Gelar Buyback, Seberapa Efektif Angkat Kinerja Saham?
Iding mengungkapkan, hingga saat ini baru tujuh perusahaan yang melaksanakan IPO sepanjang 2026. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Iding, perlambatan jumlah perusahaan yang melantai di bursa tersebut merupakan bagian dari strategi BEI yang kini lebih mengedepankan kualitas emiten dibandingkan mengejar jumlah perusahaan yang melakukan IPO.
"Kami lebih selektif dalam menerima dan meloloskan calon-calon emiten kami," ucap Iding.
Selain memperketat proses seleksi, BEI juga menjalankan sejumlah program pembinaan untuk membantu perusahaan mempersiapkan diri sebelum melaksanakan IPO. Program tersebut mencakup pelatihan, workshop, hingga program inkubasi bisnis.
Baca Juga: BEI Jajaki Kerja Sama dengan Bursa Asia Tenggara hingga Arab Saudi
BEI juga secara rutin menggelar kegiatan edukasi di 29 kantor perwakilan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut ditujukan untuk menjaring sekaligus mempersiapkan calon emiten dari berbagai wilayah.
Adapun tujuh perusahaan yang telah tercatat sebagai emiten di BEI sepanjang 2026 terdiri dari PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Niramas Utama Tbk (JELI), dan PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














