kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.890   -10,00   -0,06%
  • IDX 7.880   -55,12   -0,69%
  • KOMPAS100 1.108   -8,54   -0,76%
  • LQ45 808   -7,87   -0,96%
  • ISSI 277   -0,68   -0,25%
  • IDX30 422   -3,98   -0,93%
  • IDXHIDIV20 509   -5,87   -1,14%
  • IDX80 124   -0,85   -0,68%
  • IDXV30 138   -0,99   -0,72%
  • IDXQ30 138   -1,52   -1,09%

IHSG koreksi sehat dalam sepekan ini


Jumat, 25 November 2016 / 20:16 WIB
IHSG koreksi sehat dalam sepekan ini


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan Jumat (25/11) menguat 0,28% atau 14,481 poin ke level 5.122 setelah tenggelam 2% pada Kamis (24/11) lalu.

Analis Lautandhana Securindo Krishna Setiawan mencatat, indeks pada pekan ini turun 48 poin atau 0,9% dari posisi 5.170 pada akhir pekan lalu.

Menurutnya, penurunan pada Kamis lalu memang cukup dalam, tetapi secara keseluruhan dalam seminggu terakhir IHSG mengalami koreksi sehat.

“Indonesia mengalami koreksi yang tidak terlalu buruk bila dibandingkan dengan bursa India, Malaysia, dan Filipina yang hancur. Nilai tukar rupiah sendiri daripada yang lain cenderung moderat bila dibandingkan dengan regional sehingga investor tidak terlalu panik” kata Krishna kepada KONTAN.

Adapun analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji mengatakan bahwa penyebab IHSG mengalami koreksi sehat adalah situasi politik dalam negeri yang cenderung memanas mengingat adanya rencana aksi demonstrasi pada 2 Desember mendatang

“Ini sangat mempengaruhi kinerja ekonomi umumnya dan IHSG khususnya,” kata Nafan.

Ditambah lagi, menurutnya fluktuasi yang tinggi terhadap IHSG juga ditekan oleh gejolak perekonomian global pasca terpilihnya Trump sebagai Presiden AS di mana kebijakan Trump yang lebih ke arah proteksionisme perdagangan serta membatasi imigran telah mendorong tingginya inflasi di AS.

“Sehingga The Fed harus merespon dengan memberikan statement rencana untuk menaikkan tingkat suku bunga pada Desember mendatang. Inilah yang mendorong investor asing menarik dana dari Indonesia. Ditambah lagi dengan penguatan dolar AS terhadap rupiah,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×