kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

IHSG Ditutup Naik 1,37%, Analis Prediksi Penguatan Berlanjut ke Level 6.400


Selasa, 04 Agustus 2026 / 19:27 WIB
IHSG Ditutup Naik 1,37%, Analis Prediksi Penguatan Berlanjut ke Level 6.400
ILUSTRASI.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (4/8/2026) di zona hijau. IHSG ditutup menguat 1,37% (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (4/8/2026) di zona hijau. IHSG ditutup menguat 1,37% ke level 6.319,61, didorong kombinasi sentimen positif dari dalam maupun luar negeri.

Penguatan indeks ditopang oleh meredanya kekhawatiran geopolitik global serta stabilnya kondisi makroekonomi domestik, yang meningkatkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek pasar saham Indonesia.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, secara teknikal IHSG saat ini berada dalam fase akumulasi yang membuka peluang berlanjutnya tren bullish.

“Secara teknikal, tren pergerakan IHSG berada dalam periode akumulasi prior dalam rangka ekspansi dengan membentuk momentum bullish,” ujar Nafan kepada Kontan, Selasa (4/8/2026).

Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa sejumlah indikator teknikal seperti Stochastic dan Relative Strength Index (RSI) masih menunjukkan sinyal negatif. Namun, kondisi tersebut tetap ditopang oleh peningkatan volume transaksi yang mengindikasikan minat beli investor masih terjaga.

Baca Juga: Analis Prediksi Harga Emas Masih Melemah, Ini Level yang Perlu Dicermati

Dari sisi fundamental, Nafan menilai valuasi pasar saham Indonesia masih relatif menarik dibandingkan dengan bursa saham di kawasan regional.

“Valuasi saham Indonesia relatif menarik dengan P/E di level 9,30 kali, sehingga masih berpotensi menarik minat investor secara bertahap,” jelasnya.

Dari faktor eksternal, sentimen positif datang dari meredanya ketegangan geopolitik setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat mengenai rencana negosiasi dengan Iran. Kondisi tersebut turut menekan harga minyak dunia.

Penurunan harga minyak dinilai mampu meredakan risiko inflasi global, sehingga meningkatkan daya tarik aset berisiko, termasuk pasar saham.

Sementara itu, dari dalam negeri, inflasi Indonesia yang tetap terkendali turut menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas moneter.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati perkembangan suksesi Gubernur Bank Indonesia serta arah kebijakan fiskal pemerintah sebagai faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar.

Baca Juga: Rebalancing Indeks Utama Resmi Berlaku, Ini Dampaknya ke Likuiditas IHSG

Nafan menambahkan, investor kini menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal II-2026 yang diperkirakan menjadi katalis berikutnya bagi pergerakan IHSG.

Untuk perdagangan Rabu (5/8/2026), Nafan memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan.

“IHSG berpotensi bergerak pada support di 6.254 dan 6.130, serta resistance di 6.358 dan 6.454,” paparnya.

Ia juga menyarankan investor untuk tetap melakukan akumulasi saham secara selektif.

“Akumulasi pada saham dengan fundamental solid, fokus pada saham undervalued dan yang menunjukkan pembalikan tren, serta tetap disiplin dalam manajemen risiko,” tambahnya.

Senada, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai penguatan IHSG masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.

“IHSG rebound dan ditutup di atas level 6.300,” ujarnya.

Baca Juga: Kinerja Reksadana Rebound, Ini Pilihan Sektor Favorit untuk Berburu Cuan

Menurut Alrich, secara teknikal terdapat pelebaran histogram positif pada indikator MACD serta muncul indikasi pembalikan arah (reversal) pada Stochastic RSI.

“Sehingga diperkirakan IHSG akan menguji resistance di level 6.350 hingga 6.400,” jelasnya.

Meski demikian, Alrich mengingatkan investor untuk tetap mewaspadai sejumlah sentimen yang dapat memengaruhi pergerakan pasar, seperti fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, pelaku pasar juga masih menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan melambat menjadi 5,1% secara tahunan pada Kuartal II-2026.

Dengan berbagai sentimen tersebut, IHSG dinilai masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Namun, volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi seiring perkembangan data ekonomi dan dinamika global.

Karena itu, investor disarankan mencermati setiap rilis data ekonomi, perkembangan geopolitik, serta kondisi pasar global sebagai acuan dalam menentukan strategi investasi jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×