kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Kinerja Reksadana Rebound, Ini Pilihan Sektor Favorit untuk Berburu Cuan


Selasa, 04 Agustus 2026 / 19:18 WIB
Kinerja Reksadana Rebound, Ini Pilihan Sektor Favorit untuk Berburu Cuan
ILUSTRASI. Kinerja reksadana menunjukkan pemulihan yang signifikan pada Juli 2026 setelah sempat tertekan sepanjang paruh pertama tahun ini.  (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja reksadana menunjukkan pemulihan yang signifikan pada Juli 2026 setelah sempat tertekan sepanjang paruh pertama tahun ini. Meski demikian, pelaku pasar tetap diingatkan untuk selektif dalam menentukan alokasi investasi karena pemulihan pasar modal diperkirakan berlangsung secara bertahap hingga akhir 2026.

Berdasarkan data Infovesta hingga 31 Juli 2026, reksadana pasar uang masih menjadi instrumen dengan kinerja terbaik secara year-to-date (YtD), mencatat rata-rata return positif sebesar 2,28%.

Sementara itu, rata-rata return reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksa dana saham masing-masing masih berada di zona negatif, yakni sebesar -1,35%, -7,39%, dan -14,67%.

Namun, jika dilihat secara month-on-month (MoM) selama Juli 2026, seluruh jenis reksadana berhasil membukukan pemulihan yang cukup kuat.

Baca Juga: Kepercayaan Investor dan Isu Fiskal Bayangi IHSG, Intip Prospek Pasar Modal

Reksadana saham memimpin penguatan dengan kenaikan rata-rata 9,22%, disusul reksadana campuran sebesar 4,63%, reksa dana pasar uang 0,40%, serta reksa dana pendapatan tetap yang tumbuh 0,19%.

Kenaikan tersebut sejalan dengan lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 10,51% secara bulanan pada Juli 2026. Meski demikian, secara YtD, IHSG masih terkoreksi 27,88%.

Produk reksadana terbaik

Dari sisi produk unggulan, 10 reksadana saham terbaik mencatat return YtD berkisar antara -4,01% hingga 12,45% per Juli 2026. Secara bulanan, kelompok produk tersebut membukukan lonjakan return sebesar 15,42% hingga 26,08%.

Adapun 10 reksadana campuran terbaik menghasilkan return YtD sebesar 1,25% hingga 5,35%, dengan return bulanan mencapai 9,79% sampai 14,85%.

Selanjutnya, 10 reksadana pendapatan tetap terbaik mencatat return YtD sebesar 2,58% hingga 4,57%. Sementara secara bulanan, return yang dibukukan berada pada kisaran 1,03% hingga 2,53%.

Sementara itu, 10 reksadana pasar uang terbaik membukukan return YtD antara 2,90% hingga 3,12% per Juli 2026. Return bulanan produk-produk tersebut berada di rentang 0,53% hingga 1,09%.

Baca Juga: Investor Asing Cermati Transformasi Bursa, Bagaimana Dampaknya ke Rupiah?

Faktor pendorong rebound

Menanggapi lonjakan kinerja reksadana pada Juli, Direktur Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan pemulihan tersebut didorong oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang mulai membaik.

"Technical rebound setelah koreksi dalam + musim laporan keuangan (terutama bank big cap) + mulai masuk foreign flow + valuasi murah," ungkap Wawan kepada Kontan, Selasa (4/8/2026).

Menurut Wawan, prospek IHSG pada semester II-2026 diperkirakan bergerak menuju pemulihan secara bertahap atau gradual recovery, dengan target konsensus berada di kisaran 6.500 hingga 7.200.

"Gradual recovery, target konsensus 6.500–7.200. Reksadana saham masih sulit positif YTD (butuh rebound lebih kuat), campuran lebih realistis masuk zona hijau karena recovery dari obligasi," jelasnya.

Sektor yang berpotensi menopang kinerja

Untuk menopang kinerja reksadana hingga akhir 2026, Wawan menilai sektor perbankan masih menjadi pilihan utama, didukung sektor komoditas, energi, dan bahan baku yang berpotensi menjadi motor penggerak portofolio berbasis saham.

Baca Juga: Catat Kinerja Operasional Positif, Simak Prospek Saham Emiten Grup Merdeka

Sementara pada instrumen pendapatan tetap, ia menilai Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor menengah masih menarik karena menawarkan tingkat imbal hasil (yield) yang relatif atraktif.

Setelah reli kuat sepanjang Juli, Wawan juga menyarankan investor untuk melakukan penataan ulang atau rebalancing portofolio serta menerapkan strategi dollar-cost averaging (DCA) secara bertahap agar dapat mengoptimalkan potensi imbal hasil sekaligus mengelola risiko investasi.

Ia menambahkan, investor dengan profil risiko konservatif sebaiknya memprioritaskan reksadana pendapatan tetap dan pasar uang.

Sementara investor moderat dapat menambah porsi reksadana campuran, sedangkan investor agresif dapat mulai mengoleksi reksadana saham berkualitas (quality stocks) yang berfokus pada sektor perbankan dan komoditas tanpa perlu terburu-buru melakukan akumulasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×