kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways pada Jumat (19/6), Ini Kata Analis


Kamis, 18 Juni 2026 / 16:56 WIB
IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways pada Jumat (19/6), Ini Kata Analis
ILUSTRASI. IHSG diprediksi bergerak konsolidasi 6.100-6.250 pada Jumat (19/6/2026). (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (18/6/2026) di zona merah. Pelemahan indeks terjadi di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang mencermati berbagai sentimen global maupun domestik.

Pada penutupan perdagangan, IHSG terkoreksi sebesar 0,78% dan berada di level 6.172,34. Tekanan terhadap pasar saham Indonesia muncul di tengah beragam katalis yang memengaruhi keputusan investor.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Indonesia, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan pelaku pasar masih memilih bersikap wait and see menjelang sejumlah agenda penting di pasar global.

“Investor cenderung wait and see menjelang rebalancing indeks FTSE dan pengumuman MSCI,” jelas Alrich kepada Kontan, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: BI Rate Naik ke 5,75%, PHEI Prediksi Yield Obligasi Tetap Tinggi pada Semester II

Menurutnya, selain faktor eksternal, kebijakan moneter dalam negeri juga menjadi perhatian utama investor. Bank Indonesia (BI) diketahui kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada Kamis (18/6/2026).

Alrich menilai keputusan tersebut bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mengendalikan tekanan inflasi di tengah dinamika ekonomi global.

“Secara total Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin dan menempatkan BI Rate pada level tertinggi sejak April 2025,” jelasnya.

Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah menunjukkan kinerja positif. Mata uang Garuda menguat 0,16% ke level Rp17.710 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (18/6/2026), memberikan sentimen yang relatif mendukung pasar keuangan domestik.

Faktor global juga turut memengaruhi arah pergerakan IHSG. Salah satu sentimen yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah kabar mengenai kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengembangkan perjanjian perdamaian permanen, yang dinilai dapat memengaruhi persepsi risiko di pasar internasional.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.794, Pasar Cermati MSCI dan BI Rate

Dari sisi teknikal, Alrich memperkirakan ruang gerak IHSG masih cenderung terbatas dalam jangka pendek.

“IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi pada kisaran 6.100-6.250,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta. Ia menilai peluang penguatan IHSG masih relatif terbatas pada perdagangan berikutnya.

Nafan memproyeksikan IHSG memiliki level support di 6.058 dan 5.917, sementara level resistance berada di 6.287 dan 6.516 untuk perdagangan Jumat (19/6/2026).

Dengan masih tingginya ketidakpastian dari berbagai faktor global maupun domestik, investor disarankan untuk terus mencermati perkembangan kebijakan ekonomi, pergerakan pasar internasional, serta berbagai sentimen yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×