kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

IHSG dibayangi faktor politik hingga pekan depan


Sabtu, 13 April 2019 / 09:20 WIB


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini dalam tren melemah. Jumat (12/4), IHSG turun 0,07% ke level 6.405,87. Sedangkan selama sepekan, IHSG melemah 1,05%. Meski begitu, data BEI memaparkan, rata-rata nilai transaksi harian bursa meningkat 7,86% menjadi Rp 9,38 triliun dari pekan sebelumnya Rp 8,69 triliun.

Selama seminggu ini, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh sentimen politik menjelang pemilihan umum pekan depan. "Pelaku pasar cenderung mengambil posisi hold sebelum ada kepastian kondisi politik," ujar Mino, Analis Indo Premier Sekuritas.

Lanjar Nafi, Kepala Riset Reliance Sekuritas menambahkan, selain faktor politik, keputusan IMF memangkas pertumbuhan ekonomi dunia 2019 dari 3,5% menjadi 3,3% yang diumumkan pekan ini cukup menjadi sentimen penghambat IHSG. Untuk pekan depan, dia memperkirakan, IHSG akan dipengaruhi rilis data penjualan mobil dalam ngeri dan aktivitas neraca perdagangan ekspor impor. Selain itu, China bakal merilis data penjualan ritel hingga PDB pada pertengahan pekan yang juga bisa mempengaruhi pergerakan IHSG.

Dari dalam negeri, Mino bilang, pelaksanaan dan hasil Pemilu masih akan menjadi faktor penggerak IHSG sepekan ke depan. Apalagi, Rabu pekan depan (17/4), merupakan hari pemilihan presiden dan legislatif.

"Setelah ada quick count, IHSG baru akan bergerak naik," terang dia. Mino memperkirakan, IHSG akan bergerak di kisaran 6.330–6.485 sepekan depan. Sedangkan Lanjar memperkirakan IHSG turun di 6.350–6.425.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×