Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan di atas level 9.000. Pada Rabu (14/1/2026), IHSG ditutup menguat 0,72% ke level 8.948,30, yang merupakan level tertinggi sepanjang masa alias all time high.
Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan, IHSG masih punya peluang menguat pada perdagangan Kamis (14/1) dengan support 9.002 dan resistance di level 9.050.
“Dengan sentimen yang dapat kami perkirakan masih dari harga komoditas dunia yang cenderung menguat khususnya timah dan emas,” jelasnya kepada Kontan, Rabu (14/1).
Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Rabu (7/1)
Selain itu, kata Herditya, pelaku pasar dan investor akan mencermati rilis data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat (AS) yang dirilis pada 14 Januari 2026 malam waktu Indonesia.
Head of Research and Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menambahkan ekspektasi berlanjutnya penurunan suku bunga The Fed, kenaikan harga komoditas dan aliran masuknya dana investor asing.
Tak hanya itu, Valdy mencermati wacana pemerintah yang akan menghidupkan kembali proyek gasifikasi batubara menjadi dimethyl ether (DME) pada 2026 berpotensi berdampak positif terhadap emiten batubara yang melakukan penjualan ke dalam negeri.
Secara teknikal, kata dia, terjadi Golden Cross IHSG dan pelebaran histogram positif MACD sehingga diperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 9.070 atau 9.100.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Terkoreksi pada Senin (12/1), Intip Saham Rekomendasi Analis
“Namun perlu diwaspadai potensi terjadinya profit taking pada perdagangan Kamis (15/1), menjelang libur long weekend,” jelas Valdy.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
