kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Emiten Jasa Pendukung Bisnis Dinilai Cerah pada 2026, Cek Saham Rekomendasi Analis


Rabu, 07 Januari 2026 / 15:30 WIB
Emiten Jasa Pendukung Bisnis Dinilai Cerah pada 2026, Cek Saham Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. IIMS - Dyandra (Dok/DYAN). Prospek emiten sektor jasa pendukung bisnis diperkirakan membaik pada 2026 seiring stabilnya ekonomi dan meningkatnya keyakinan korporasi.


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek emiten sektor jasa pendukung bisnis diperkirakan membaik pada 2026 seiring stabilnya ekonomi dan meningkatnya keyakinan korporasi untuk kembali melakukan belanja modal.

Head of Research Kisi Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai layanan outsourcing, MICE, hingga pengelolaan dokumen akan kembali dibutuhkan sebagai penunjang ekspansi bisnis perusahaan.

Baca Juga: Emiten Hotel Tuai Berkah di Libur Akhir Tahun 2025, Cek Saham Rekomendasi Analis

Menurutnya, dari empat emiten yang diamati, PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) berpotensi menjadi penampil terbaik tahun ini.

Pemulihan industri event, termasuk pameran besar dan konser, disebut menjadi katalis kuat bagi peningkatan pendapatan dan margin.

“DYAN paling prospektif karena pemulihan MICE makin solid dan tren konser masih sangat kuat,” ujar Wafi kepada Kontan, Rabu (7/1/2026).

 

Sementara itu, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) diperkirakan tumbuh stabil dengan dukungan proyek digital B2B di dalam grup Astra. Permintaan layanan solusi dokumen dan digital workflow dinilai tetap terjaga meski tidak seagresif sektor MICE.

Untuk PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI), Wafi memandang kinerja 2026 akan cenderung defensif. Transisi dari penyimpanan fisik ke digital membuat pertumbuhan MFMI lebih moderat.

PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) dinilai masih volatil karena margin usaha yang tipis dan sensitivitas terhadap pergerakan biaya operasional.

Wafi menilai katalis utama sektor ini pada 2026 adalah normalisasi aktivitas bisnis korporasi, peningkatan digitalisasi proses kerja, serta penguatan rupiah yang dapat menekan biaya impor peralatan.

Baca Juga: Dana Asing Berpotensi Keluar Hingga Akhir Tahun 2025, Cek Saham Rekomendasi Analis

Namun, ia mengingatkan risiko disrupsi digital terhadap bisnis penyimpanan fisik serta rendahnya likuiditas beberapa saham dalam sektor ini. “Saham seperti MFMI dan ICON likuiditasnya tipis, sehingga sulit untuk investor besar keluar-masuk,” jelasnya.

Dari sisi investasi, Wafi menilai DYAN menjadi pilihan paling menarik berkat potensi kenaikan laba yang agresif. ASGR cocok untuk investor yang mencari stabilitas dan dividen.

Adapun MFMI dan ICON direkomendasikan untuk tetap dipantau terlebih dahulu mengingat profil risiko dan likuiditasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×