kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   19,00   0,11%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%

Emiten Jasa Pendukung Bisnis Dinilai Cerah pada 2026, Cek Saham Rekomendasi Analis


Rabu, 07 Januari 2026 / 15:30 WIB
Emiten Jasa Pendukung Bisnis Dinilai Cerah pada 2026, Cek Saham Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. IIMS - Dyandra (Dok/DYAN). Prospek emiten sektor jasa pendukung bisnis diperkirakan membaik pada 2026 seiring stabilnya ekonomi dan meningkatnya keyakinan korporasi.


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek emiten sektor jasa pendukung bisnis diperkirakan membaik pada 2026 seiring stabilnya ekonomi dan meningkatnya keyakinan korporasi untuk kembali melakukan belanja modal.

Head of Research Kisi Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai layanan outsourcing, MICE, hingga pengelolaan dokumen akan kembali dibutuhkan sebagai penunjang ekspansi bisnis perusahaan.

Baca Juga: Emiten Hotel Tuai Berkah di Libur Akhir Tahun 2025, Cek Saham Rekomendasi Analis

Menurutnya, dari empat emiten yang diamati, PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) berpotensi menjadi penampil terbaik tahun ini.

Pemulihan industri event, termasuk pameran besar dan konser, disebut menjadi katalis kuat bagi peningkatan pendapatan dan margin.

“DYAN paling prospektif karena pemulihan MICE makin solid dan tren konser masih sangat kuat,” ujar Wafi kepada Kontan, Rabu (7/1/2026).

 

Sementara itu, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) diperkirakan tumbuh stabil dengan dukungan proyek digital B2B di dalam grup Astra. Permintaan layanan solusi dokumen dan digital workflow dinilai tetap terjaga meski tidak seagresif sektor MICE.

Untuk PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI), Wafi memandang kinerja 2026 akan cenderung defensif. Transisi dari penyimpanan fisik ke digital membuat pertumbuhan MFMI lebih moderat.

PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) dinilai masih volatil karena margin usaha yang tipis dan sensitivitas terhadap pergerakan biaya operasional.

Wafi menilai katalis utama sektor ini pada 2026 adalah normalisasi aktivitas bisnis korporasi, peningkatan digitalisasi proses kerja, serta penguatan rupiah yang dapat menekan biaya impor peralatan.

Baca Juga: Dana Asing Berpotensi Keluar Hingga Akhir Tahun 2025, Cek Saham Rekomendasi Analis

Namun, ia mengingatkan risiko disrupsi digital terhadap bisnis penyimpanan fisik serta rendahnya likuiditas beberapa saham dalam sektor ini. “Saham seperti MFMI dan ICON likuiditasnya tipis, sehingga sulit untuk investor besar keluar-masuk,” jelasnya.

Dari sisi investasi, Wafi menilai DYAN menjadi pilihan paling menarik berkat potensi kenaikan laba yang agresif. ASGR cocok untuk investor yang mencari stabilitas dan dividen.

Adapun MFMI dan ICON direkomendasikan untuk tetap dipantau terlebih dahulu mengingat profil risiko dan likuiditasnya.

Selanjutnya: Menkes Targetkan Seluruh Layanan Kesehatan Terdampak Bencana Banjir Pulih Akhir Maret

Menarik Dibaca: 5 Olahraga untuk Mengencangkan Payudara Kendur, Bisa Dilakukan di Rumah!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×