kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

IHSG Berpotensi Lanjut Melemah, Intip Rekomendasi Saham Untuk Senin (4/5)


Minggu, 03 Mei 2026 / 18:59 WIB
IHSG Berpotensi Lanjut Melemah, Intip Rekomendasi Saham Untuk Senin (4/5)
ILUSTRASI. IHSG ditutup melemah (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergantung pada rilis ada ekonomi Indonesia, mulai dari inflasi, neraca perdagangan dan Produk Domestik Bruto (PDB). 

Pada April 2026, IHSG menutup perdagangan dengan melemah 2,03% atau turun 144,42 poin ke level 6.956,80 pada Kamis (30/5). Di mana, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1,48 triliun.  

Pengamat Pasar Modal & Co-Founder Pasardana Hans Kwee mencermati dengan banyak rilis data ekonomi Indonesia, IHSG berpotensi konsolidasi menguat dengan support di 6.876 dan resistance di 7.109.

Baca Juga: Harga Kripto Naik, Tapi Belum Masuk Fase Bullish Baru

Adapun inflasi Indonesia pada April 2026 diproyeksikan naik ke level 3,5%, menurut Hans, ini akan memperkecil ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk melakukan pemotongan suku bunga acuan. 

“Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia terlihat meningkat di tengah penguatan yield obligasi Amerika Serikat yang mendorong tekanan pada arus dana asing yang keluar dari Indonesia,” kata Hans, Minggu (3/6). 

Masih dari sentimen dalam negeri, Hans menilai kondisi fiskal Indonesia yang diperkirakan memburuk juga akan menambah tekanan di pasar keuangan, termasuk pasar obligasi. 

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan, IHSG masih akan cenderung terkoreksi dengan area support di level 6.838 dan resistance di 7.022.

“IHSG masih rawan didominasi oleh tekanan jual, dimana akan ada rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia,” katanya akhir pekan lalu. 

Baca Juga: Rupiah Volatil, Investor Disarankan Masuk Bertahap dan Jaga Likuiditas

Dalam risetnya untuk perdagangan Senin (4/6), Herditya merekomendasikan buy on weakness pada ANTM di area Rp 3.550–Rp 3.710. Kemudian trading buy CPIN di kisaran Rp 3.900–Rp 4.000. 

Dia juga menyarankan buy on weakness DEWA di area Rp 458 sampai dengan Rp 486. Lalu, buy on weakness MAPI di rentang Rp 1.180–Rp 1.125 dengan batas stop loss di bawah Rp 1.125. 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×