kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

IHSG Berpeluang Terkoreksi Terbatas pada Senin (19/1), Simak Proyeksi sahamnya


Minggu, 18 Januari 2026 / 10:37 WIB
IHSG Berpeluang Terkoreksi Terbatas pada Senin (19/1), Simak Proyeksi sahamnya
ILUSTRASI. IHSG Melemah-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis) IHSG berpotensi bergerak melemah terbatas pada perdagangan Senin (19/1/2026), di tengah kombinasi sentimen domestik dan global yang membayangi.


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak melemah terbatas pada perdagangan Senin (19/1/2026), di tengah kombinasi sentimen domestik dan global yang masih membayangi pergerakan pasar.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG cenderung rawan terkoreksi pada awal pekan seiring meningkatnya sensitivitas pasar terhadap rilis data ekonomi utama.

Herditya memproyeksikan IHSG pada hari Senin berada dalam rentang support 8.908 dan resistance 9.150. Menurutnya, pergerakan indeks akan dipengaruhi empat sentimen utama. “Pertama, rilis data makro ekonomi Tiongkok yang bisa memberikan arah pada pasar Asia.

Kedua, hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan mempertahankan suku bunga sehingga pasar cenderung wait and see,” jelasnya kepada Kontan, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Sektor Perbankan untuk Senin (19/1)

Sentimen ketiga datang dari pergerakan nilai tukar rupiah dan fluktuasi komoditas dunia yang masih berpotensi menambah tekanan. Sementara sentimen keempat berasal dari rilis data makro Amerika Serikat, yang kerap meningkatkan volatilitas karena pasar global masih sensitif terhadap arah kebijakan The Fed.

“Kombinasi faktor tersebut membuat IHSG cenderung bergerak terbatas, dengan peluang tekanan jangka pendek,” ujar Herditya.

Untuk strategi saham, Herditya menilai sejumlah emiten masih layak dicermati di tengah potensi konsolidasi indeks. Ia merekomendasikan CTRA pada area Rp960-Rp975, ITMG di kisaran Rp22.475-Rp22.675, serta RAJA pada area Rp6.975-Rp7.500 yang berpotensi mendapatkan momentum dari pergerakan komoditas. Menurutnya, ketiga saham tersebut memiliki struktur teknikal yang cukup mendukung untuk short-term trading selama indeks tidak menembus area support krusial.

Baca Juga: Menanti Kesepakatan Tarif, Begini Proyeksi Rupiah Senin (19/1)

Selanjutnya: Cek Rekomendasi Saham Sektor Perbankan untuk Senin (19/1)

Menarik Dibaca: Bikin Kulit Glowing, Ini 4 Manfaat Buah Kiwi Jika Dikonsumsi Setiap Hari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×