kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.921   11,00   0,07%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

IHSG Menguat 1,55% Dalam Sepekan, Simak Proyeksi Pergerakannya Pekan Depan


Jumat, 16 Januari 2026 / 11:22 WIB
IHSG Menguat 1,55% Dalam Sepekan, Simak Proyeksi Pergerakannya Pekan Depan
ILUSTRASI. Analis menilai IHSG masih berpotensi bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif sepanjang sepekan perdagangan hingga Kamis (15/1/2026). Pada penutupan Kamis, IHSG menguat 0,47% ke level 9.075,41. Dalam sepekan, IHSG menguat 1,55%.

Head of Retail Research MNC Sekurita, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih berpotensi bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas, mengikuti perkembangan nilai tukar rupiah, arah harga komoditas, serta eskalasi geopolitik global. 

Ia menekankan pentingnya investor tetap waspada terhadap peningkatan volatilitas yang bisa muncul menjelang rilis data ekonomi global.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 6.000 Menjadi Rp 2.669.000 Per Gram, Jumat (16/1)

Sedikit mereview, pergerakan IHSG pekan ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen domestik dan global. Ia menyebut pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati pelaku pasar.

“Selama sepekan, rupiah melemah sekitar 0,21%. Kondisi ini menambah tekanan psikologis bagi pasar, tetapi sentimen positif dari penguatan harga komoditas mampu menahan volatilitas,” kata Herditya kepada Kontan, Kamis (15/1/2026).

Harga komoditas emas dan logam mineral lain tercatat menguat dalam beberapa hari terakhir. Hal ini memberikan dorongan bagi saham-saham berbasis komoditas yang memiliki bobot cukup besar di IHSG. Penguatan tersebut turut berkontribusi pada pergerakan indeks ke zona hijau.

Selain faktor domestik, sentimen global juga mempengaruhi arah pasar. Herditya menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik AS-Venezuela serta AS-Iran masih menjadi perhatian investor. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas komoditas dan aliran dana global.

Baca Juga: Mayoritas Bursa Asia Menguat, Terdorong Kenaikan Saham Kecerdasan Buatan

“Pasar masih mencermati dinamika geopolitik global yang bisa memicu sentimen risk-off sewaktu-waktu. Namun untuk sementara, apresiasi harga komoditas membantu menjaga minat beli,” ujarnya.

Selanjutnya: Asing Net Buy Rp 958 Miliar, Intip Saham yang Banyak Diborong Asing, Kamis (14/2)

Menarik Dibaca: Starbucks hingga PHD Hemat! Ini 8 Daftar Promo Long Weekend Isra Miraj Paling Viral

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×